Mereka belum Waktunya Dipanggil Tuhan

(Depi Gunawan/N-3)
13/2/2019 22:15
 Mereka belum Waktunya Dipanggil Tuhan
(MI/DEPI GUNAWAN )

KEMATIAN itu pasti datang, hanya soal waktu. Di mana dan kapan datangnya kematian, hanya Tuhan yang tahu. Jika dilihat secara kasatmata kejadian yang menimpa pasangan suami-istri Wahya, 50, dan istrinya, Euis, 70, yang tertimbun material longsor, sangat mungkin keduanya sudah meninggal.

Namun, nyatanya tidak demikian. Tuhan belum memanggil mereka. Keduanya selamat dari bencana tanah longsor yang menerjang rumah mereka di Kampung Sukapinggir RT 03/RW 12 Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Wahya selamat setelah beberapa saat tertimbun longsoran dari tebing yang berada di belakang rumahnya. Adapun Euis, istri Wahya, terdorong material longsoran keluar dari rumanya. Euis ditemukan menyangkut di batang pohon pisang.

Peristiwa itu terjadi dini hari, kemarin, sekitar pukul 04.00 WIB. Azan subuh belum berkumandang ketika Wahya bersama istrinya masih terlelap tidur. Wahya tak mengira tebing setinggi 60 meter dengan kemiringan 45 derajat itu bakal longsor dan menjebol rumahnya.
“Pas kejadian itu, saya lagi tidur di dalam rumah bersama istri, tiba-tiba longsor. Saya sadar saat sudah tertimbun material longsor,” ungkap Wahya.

Dengan sekuat tenaga, Wahya menyisihkan material longsor yang menimpa tubuhnya. Dia bergegas keluar mencari pertolongan tetangganya. Beruntung, sebelum longsor susulan yang lebih besar, dia berhasil lari menyelamatkan diri.

“Saya langsung cari istri, takutnya dia tertimbun tanah, ternyata dia sudah di luar, nyangkut di batang pohon. Alhamdulillah kami tidak mengalami luka yang berarti,” tuturnya.

Menurut Wahya, kejadian itu merupakan yang ketiga kali menimpa rumahnya. Kejadian serupa pernah terjadi sekitar dua tahun lalu. Untuk sementara, Wahya dan istrinya akan menumpang di rumah tetangga sambil mencari tempat tinggal baru.

“Saya jadi trauma, mungkin saya akan pindah rumah. Rumah ini dibiarkan dulu seperti ini, enggak akan diperbaiki, soalnya takut ada longsor susulan lagi,” ucap Wahya.

Wahya tidak lagi memedulikan kerugian materi yang terjadi atas peristiwa ini. Perabotan rumah tangga, televisi, dan sebagainya rusak. Ia pun enggan menggunakannya lagi. Selamat dari bencana tanah longsor, menurut dia, merupakan karunia Tuhan.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bandung Barat, Polsek Lembang, dan aparat desa setempat telah meninjau lokasi tanah longsor. Mereka mengimbau korban agar tidak memaksa menempati rumah mereka lagi karena sudah tidak layak huni. Hasil koordinasi dengan pihak desa dan Ketua RW setempat, pemilik rumah diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat turun hujan.

Selain rumah korban, dua rumah lainnya juga terancam karena berdiri di sisi tebing yang longsor.

“Hasil pengecekan di lokasi, ada beberapa rumah yang rawan longsor. Untuk itu, kami berikan imbauan kepada pemilik rumah dan warga sekitar agar berhati-hati. Tingkatkan kewaspadaan terlebih jika turun hujan,” ujar Kanit Intel Polsek Lembang, Iptu Dindin Sofyan. (Depi Gunawan/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya