Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJUALAN ikan cupang, predator pemakan jentik nyamuk, sejak awal Januari naik mencapai 50%. Warga yakin ikan cupang mampu mengurangi wabah demam berdarah dangeu (DBD).
“Saat ini penjualan ikan cupang mengalami peningkatan seiring meningkatnya wabah DBD. Selama ini ikan cupang digunakan untuk hiasan, tetapi sekarang ini banyak dimanfaatkan di bak mandi guna memakan jentik nyamuk,” kata, Toni, 45, penjual ikan, di Tasikmalaya.
Harga ikannya, ungkap Toni, bervariasi antara Rp2 ribu -Rp10 ribu per ekor. Sekarang setiap harinya laku 30-50 ekor, yang biasanya hanya 10-20 ekor. Kabid Perikanan Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, mengatakan telah membagikan 1.200 ekor ikan cupang kepada warga yang tinggal di kawasan endemik DBD. Ikan itu mampu memakan jentik nyamuk yang berada di dalam bak mandi dan torn.
Sementara itu, kasus DBD mulai merambah Kota Sorong, Papua Barat. Di RSUD Kota Sorong, dipenuhi pasien DBD yang didominasi anak-anak. “Jumlahnya mencapai puluhan pasien DBD,” ungkap Pater Hery Lobya, seorang pengunjung di sana.
PSN tidak jalan
Warga kurang mengindahkan imbaun untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan sungguh-sungguh. Akibatnya, jumlah penderita DBD meningkat. Salah satunnya di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). “Rerata sehari 7-8 pasien DBD baru yang rawat inap di rumah sakit,” kata Kepala RS Imanuel Waingapu, dr Danny Christian, kemarin.
Terkait jumlah penderita DBD yang meninggal dunia, hingga kemarin bertambah satu orang. Total pasien DBD yang meninggal di Sumba Timur menjadi enam orang.
Korban terakhir yang meninggal seorang anak asal Melolo di Kecamatan Umalulu sekitar 62 km utara Wainga-pu, ibu kota Sumba Timur. Ia tiba di RS Lindimara, Wainga-pu, dalam kondisi dengue shock syndrome (DSS) karena terlambat dibawa ke rumah sakit. “Korban dirujuk dari puskesmas sampai di rumah sakit 24 jam meninggal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur dr Chrisnawan Try Haryantara.
Total pasien yang dirawat di tiga rumah sakit di daerah itu juga bertambah 10 orang menjadi 271 orang dari satu hari sebelumnya 261 orang. Korban meninggal akibat DBD sejak Januari sampai pekan pertama Februari 2019 bertambah menjadi 17 orang. Dokter Chrisnawan menyebutkan penambahan pasien DBD di daerah itu akibat kegiatan PSN tidak berjalan efektif. “Kalau kita fogging dan kasih abate, tetapi di semak-semak di kanan dan kiri rumah banyak kaleng bekas isi air, sama saja,” ujarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved