Hujan Deras Akibatkan Bencana

Liliek Dharmawan
11/2/2019 05:20
Hujan Deras Akibatkan Bencana
(MI/Liliek Dharmawan)

BANJIR dan longsor melanda Cilacap, sedangkan bencana tanah bergerak terjadi di Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng). Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhy mengungkapkan banjir terjadi di Desa Mulyasari, Kecamatan Majenang akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat. “Hujan dengan volume tinggi menyebabkan tanggul Sungai Cikalong jebol di empat titik dengan panjang rata-rata 6-8 meter,” kata Tri Komara, kemarin.

Sampai sekarang, ujarnya, tim BPBD masih mendata rumah-rumah yang tergenang. Namun, dari laporan sementara, banjir menggenangi enam RT di Dusun Bojongsari. “Banjir memiliki ke-tinggian 50 cm hingga 1 meter terutama di pekarangan. Untuk sawah, ada sekitar 50 ha yang terendam,” kata Tri.

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di Cilacap tepatnya di Desa Sindangbarang, Kecamatan Karangpucung. Longsor mengakibatkan kerusakan satu rumah dan mengancam empat rumah lainnya. “Kami meminta warga untuk terus waspada, terutama kalau hujan deras turun,” ujar Camat Karangpucung, Martono, kemarin.

Dari Banjarnegara dilaporkan, gerakan tanah terjadi akhir pekan lalu di Dusun Sidakarya, Desa Mlaya, Kecamatan Pagentan. Pemicunya hujan deras di wilayah tersebut, yang mengakibatkan 5 rumah rusak sedang dan 12 rumah lainnya rusak ringan. Jalan desa sepanjang 15 meter ambles sedalam 0,5 meter.

Sementara itu, kawasan Bandung­ Timur, Jawa Barat, tepatnya Kompleks Jati Endah Regensi, Dusun Pasir Jati RT 04/16, Desa Jati Endah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung,­ Sabtu (9/2) malam, diterjang banjir bandang. Bencana itu mengakibatkan tiga warga meninggal setelah rumah mereka hancur diterjang air tersebut.

Pusdalops BPBD Provinsi Jawa Barat, Budi Budiman, menyebutkan, pada saat yang sama banjir pun terjadi di kawasan Jalan Tubagus Ismail, Kota Bandung. Satu warga hilang setelah terbawa arus deras Sungai Sekegenjer. “Saat ini belum ditemukan dan petugas masih mencarinya” katanya.  

Di Makassar, Sulsel, banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota akhir Januari lalu, berdampak pada sektor pertanian. Dari data sementara Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, total areal padi yang ditetapkan puso sebesar 2.535 hektare.

Dari total areal tanaman yang puso itu, rata-rata yang paling tinggi berada di Kabupaten Soppeng, Jeneponto, Gowa, dan Pangkep. “Ini data per 2 Februari lalu, yang puso 2.535 hektare. Rata-rata umur padi yang puso ini 1-3 minggu. Kalau sudah terendam bahkan sampai satu minggu, sudah tidak bisa (ditetapkan puso),” ungkap Fitriani, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sulsel.

Selain itu, katanya, masih ada sekitar 8.500 hektare yang masih proses peninjauan sebelum ditetapkan puso atau tidak. BPBD Provinsi Bangka Belitung (Babel) melalui aplikasi MHEWS mengeluarkan status siaga banjir untuk 15 titik di daerah tersebut.
Kepala BPBD Provinsi Babel Mikron Antariksa mengatakan, dari 15 titik tersebut ada 4 titik di Bangka, Bangka Selatan 1 titik, Bangka Tengah 2 titik, dan Pangkalpinang 3 titik. “Namun, titik siaga banjir terbanyak berada di Belitung Timur,  yakni sebanyak 5 titik,”ujarnya. (BY/LN/UL/DG/RF/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya