Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi II DPRD Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatra Selatan, Andi Syaiban Hidayat memastikan temuan beras busuk di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Belitang III dan Jatimulyo.
"Dari lima gudang di OKU itu kita baru periksa langsung dua gudang, itu sudah ada sekitar 1.150 ton beras yang busuk," ujar Syaiban dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (10/2).
Ia meminta penegak hukum baik polisi maupun kejaksaan bisa menindaklanjuti kasus ini. Andi juga menantang Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) untuk terjun langsung ke Sumsel. "Kalau bisa Buwas datanglah ke sini dan lihat langsung itu," tuturnya.
(Baca juga: Anggota DPRD: Temuan Beras Busuk, bukan Turun Mutu)
Menurutnya, DPRD sudah beberapa kali memperingatkan Divre Bulog setempat untuk memperbaiki mutu dan distribusi beras, agar beras yang disalurkan ke masyarakat berkualitas. Namun masalah seperti ini terus berulang.
Politisi Golkar itu menuturkan, Komisi II DPRD OKU Timur pada Senin (4/2) memanggil pimpinan Bulog Divre III OKU. Dalam pertemuan Rapat Dengar Pendapat tersebut, dia memaparkan temuan beras dengan kualitas buruk, dan ada beras yang sudah lama berada di gudang. Ia pun menanyakan ke Bulog kenapa mau menerima beras dengan kualitas buruk.
"Ada beras yang mereka terima Oktober 2018, baru empat bulan tapi busuknya sama seperti beras yang sudah 2016-2017, saya Tanya ini kok bisa bagaimana? Ternyata mereka itu takut dengan ancaman-ancaman dan bahkan minta kita (DPRD) semacam mengawal lah," tuturnya.
Ia mengatakan, kualitas beras itu busuk diketahui dari petugas pemeriksa mutu beras yang independen.
(Baca juga: Bulog Bersikukuh Temuan Beras di OKU Timur Hanya Turun Mutu)
Pemeriksa beras itu, kata dia, bukan dari pemerintah dan bukan dari Bulog. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved