Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Urusan Logistik (Bulog) membantah temuan beras busuk di gudang di Ogan Komering Ulu Timur, Sumatra Selatan. Yang terjadi, hanyalah beras yang turun mutu.
Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar saat di Palembang, Minggu (10/2), mengungkapkan dalam gudang tersebut ada sekitar 6.800 ton beras yang merupakan pengadaan 2015, 2016, dan 2017.
"Tidak semua beras busuk. Untuk beras yang ada di sana (gudang OKU Timur), memang terjadi turun mutu. Sebab beras di sana disimpan dua tahun lebih. Pastinya terjadi turun mutu. Beras seperti ini tidak bagus dan tidak mungkin disebar ke masyarakat," ucapnya.
Pihaknya telah menurunkan tim khusus untuk mendata seberapa banyak beras yang kualitasnya tidak lagi baik. "Tidak semua beras di gudang itu busuk dan berkutu. Kita sedang mendata. Dalam gudang itu yang berisi 6.800 ton beras juga ada beras dengan mutu baik, beras yang masih bisa dipakai dan beras yang bisa dijadikan pakan ternak," ucapnya.
Tidak hanya mendata, lanjut dia, tim khusus juga akan memisahkan beras dengan kualitas masing-masing. Beras yang busuk itu akan dimusnahkan dengan cara dibakar, beras yang tidak bagus lagi bisa dilelang untuk pakan ternak.
Sementara beras masih layak dikonsumsi namun kualitasnya menurun, sambung dia, akan dipilah dan dibersihkan, difumigasi dan diperbaiki lagi agar dikemas kembali menjadi lebih baik.
Bachtiar meminta agar tidak ada prasangka yang tidak baik atas kinerja Bulog. Kondisi beras di gudang tersebut yang dinilai zalim oleh banyak pihak, utamanya dari DPRD setempat, ditanggapi dengan kepala dingin.
Ia menilai tertahannya stok beras di gudang OKU Timur karena perubahan kebijakan pemerintah. Di mana semula bantuan sosial berupa beras untuk keluarga sejahtera (Bansos Rastra) menjadi bantuan pangan nontunai (BNPT).
"Biasanya bantuan sosial pakai beras Bulog namun pada 2017 beralih jadi nontunai. Kami harapkan ke depan BNPT beli berasnya di Bulog," ujarnya.
Ia menegaskan, beras yang busuk itu akibat dari berkurangnya pemakaian beras dan titik jumlah penerima bansos rastra yang menurun.
Diakuinya dari alokasi bansos rastra sebanyak 2 juta ton di tahun-tahun sebelumnya kini hanya sekitar 213 ribu ton saja. "Berkurangnya alokasi pemakaian beras ini membuat beras banyak menumpuk di gudang dan tidak keluar. Kalau beras kualitas tidak baik ini diberikan ke masyarakat barulah kami (Bulog) zalim," ucapnya.
Karenanya, Bulog sudah berencana melakukan pelepasan stok namun untuk izinnya harus dengan prosedur sesuai Bulog Pusat.
Dia juga membantah informasi inspeksi mendadak oleh Tim Sergap Mabes TNI dan DPRD OKU Timur. "Kami sudah konfirmasi dan koordinasi tidak ada sidak di sana. Tim Sergap itu adalah Tim Serapan Gabah. Mereka membantu Bulog menyerap gabah. Mereka tidak ada wewenang masuk gudang Bulog apalagi melakukan sidak," jelasnya.
Menurut Bakhtiar, Bulog telah melakukan antisipasi untuk menjaga kualitas beras saat pengadaan sehingga tahan di gudang. "Dalam pembelian sudah ada tata caranya dan kami Pastikan sesuai kriteria, seperti untuk beras medium kadar broken 20%, kadar air di bawah 14%, dan sosoh 95%," katanya.
Ia menambahkan kondisi beras yang lama mengendap hingga menyebabkan turun mutu tidak terjadi di gudang Bulog lainnya. "Saya rasa kemungkinan kecil terjadi di tempat lain, ini karena memang pangsa pasar bansos rastra di wilayah ini kecil jadi beras tidak bergerak," tandasnya.
Ditambahkan Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel, M Yusuf Salahuddin, dari 6.800 ton beras, tidak semuanya beras pengadaan 2015 namun juga ada 2016 dan 2017. "Untuk pengadaan 2017 kondisinya sangat baik. Untuk kondisi beras yang lain masih akan kami cek lebih mendetail. Sejauh ini laporan memang hanya terjadi di gudang Bulog di OKU Timur," kata dia.
Meski terdapat beras busuk, Yusuf mengklaim saat ini stok beras Bulog Divre Sumsel Babel 25 ribu ton atau cukup untuk 7 bulan ke depan.
"Februari, Maret, April dan Mei musim panen. Kami akan melakukan penyerapan beras lagi dan insya Allah akan menambah jumlah stok saat ini," tandasnya.
(A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved