Warga Harus Utamakan Destinasi Daerah

Denny susanto
08/2/2019 22:15
Warga Harus Utamakan Destinasi Daerah
(MI/SUMARYANTO BRONTO )

MELONJAKNYA harga tiket dan biaya bagasi pesawat ikut memengaruhi­ industri pariwisata di daerah. Seperti di Kalimantan Selatan, pada awal tahun hingga awal Februari, jumlah kunjungan wisatawan menurun 14%.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kalimantan Selatan, Hermansyah Manaf, mengatakan tingginya harga tiket pesawat dan kebijakan bagasi berbayar ikut memengaruhi industri pariwisata daerah. “Pasti ada pengaruh pada industri pariwisata di daerah. Tiket mahal membuat orang mengurangi kegiatan berwisata. Demikian juga kebijakan bagasi berbayar membuat orang mengurangi pembelian oleh-oleh untuk menghindari bayar bagasi,” tuturnya Jumat (8/2).

Selain adanya pengurangan kunjungan wisatawan, rute penerbangan dari dan ke Kalsel juga ikut dihapus, di antaranya Banjarmasin-Yogyakarta­, Banjarmasin-Solo, dan Banjarmasin-Bandung. Di dalam provinsi, rute Banjarmasin-Batulicin juga dihapus. Guna membangkitkan industri wisata daerah ini, Pemprov Kalsel mengimbau masyarakat agar lebih memilih destinasi wisata di daerah sendiri, guna menghidupkan industri wisata dan UMKM daerah.

Dari Papua Barat, harga tiket masuk ke kawasan pariwisata pantai di Kota Sorong cukup mahal. Seperti di Pantai Tanjung Kasuari pada hari libur atau Minggu, harga tiket masuk dua kali lipat dari harga hari biasa. Menurut warga setempat, Ely Moso, harga tiket masuk pada hari biasa Rp30 ribu tetapi tiap akhir pekan harga tiket naik menjadi Rp60 ribu. “Suka-suka pengelola karena tidak ada kerja sama Pemkot Sorong dengan pengelola pantai,” ujarnya.

Masih terkait dengan pariwisata, terkait dengan keputusan Kementerian Lingkungan­ Hidup yang setuju terhadap usulan Pemprov Nusa Tenggara Timur yang akan menutup sementara Pulau Komodo di area Taman Nasional mulai Januari 2020, disambut positif.

Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Jelamu menjelaskan tidak semua wilayah TN Komodo ditutup. “Kalau ditutup, penjual suvenir dan wisatawan diarahkan ke Pulau Rinca dan Pulau Padar. Secara keseluruhan penutupan Pulau Komodo sama sekali tidak menggangu wisatawan,” ujar Marius.

Pengembangan destinasi
Pada bagian lain, di tengah rendahnya kunjungan wisatawan, sejumlah daerah terus mengembangkan kawasan­ wisata. Di Tuban, pemerintah kabupaten setempat berencana mengembangkan 12 potensi wisata desa di wilayahnya. Pengembangan potensi ini dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Adapun 12 potensi wisata yang hendak dikembangkan itu, antara lain, Pantai Boom Tuban, Gua Akbar, Pemandian Bektiharjo, Pantai Kelapa, Tapan Andongsari, dan Wisata Air Gununganyar.

Hal sama juga terjadi di Cilacap. Pemkab setempat mendorong pengembangan pariwisata di wilayah Cilacap bagian barat terutama air terjun dan wisata sungai untuk arung jeram. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Heroe Hardjanto bersama Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji telah meninjau lokasi wisata air di Sungai Cijalu yang akan dikembangkan sebagai destinasi arung jeram. (MS/PO/LD/YK/N-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya