Korban DBD Berjatuhan, Fogging Digencarkan

Palce Amalo
07/2/2019 22:30
Korban DBD Berjatuhan, Fogging Digencarkan
(MI/RUTA SURYANA )

PETUGAS kesehatan Rumah Sakit (RS) Imanuel di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikerahkan­ melakukan pengasapan­ (fogging) ke permukiman warga. Menyusul bertambahnya pasien dan korban meninggal akibat wabah demam berdarah dengue (DBD) di sana.

Dari laporan Pemkab Sumba Timur, korban meninggal akibat DBD sampai kemarin berjumlah lima orang. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan data satu hari sebelumnya empat orang. Total, korban meninggal akibat DBD di NTT sejak Januari-7 Februari 2019 bertambah menjadi 17 orang. Sebelumnya, korban meninggal 16 orang dan korban yang menjalani perawatan dalam kurun waktu tersebut 1.655 orang.

Kepala RS Imanuel Waingapu, Sumba Timur Danny Christian mengatakan, pihaknya mengirim petugas ke lokasi asal pasien untuk melakukan fogging. Hal ini untuk mencegah dan meminimalkan korban DBD.

Di Kabupaten Kupang, Fogging juga dilakukan Dinas Kesehatan NTT serta menaburkan bubuk abate di tempat penampungan­ air milik warga, termasuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menegaskan jumlah penderita DBD di wilayahnya mengalami peningkatan. Tercatat ada 188 kasus, namun belum masuk KLB DBD. Untuk meminimalkan perluasan­ DBD, fogging dilakukan ke seluruh wilayah di Kabupaten Garut. “Kami menginstruksikan supaya dilakukan fogging di setiap daerah terutama rawan endemik.”

Jaga lingkungan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengimbau warga turut aktif melakkan PSN. Salah satunya dengan aksi 4M, yakni menguras, mengubur, menutup, dan membersihkan talang air. Upaya tersebut untuk mencegah DBD meluas.

Peneliti Utama World Mosquito Program (WMP), Prof Adi Utarini, mengimbau masyarakat jika mengalami demam untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. “Umumnya fatalitas terjadi karena kurang waspada sehingga terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan. Saat ini puskesmas di Kota Yogyakarta telah ada perangkat tes untuk diagnosis dini DBD,” jelasnya.

Upaya serupa disarankan Dinkes Klaten, Jawa Tengah. Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Anggit Budiarto, mengatakan untuk pengendalian dan pemberantasan DBD, peran juru jumantik di tiap wilayah harus dioptimalkan. “ Yang efektif dan aman dengan PSN. Kalau fogging bisa mengganggu kesehatan lingkungan karena menebar racun,” ujarnya.

Ajakan warga hidup bersih juga disampaikan Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Sumatra Selatan. Saat ini pasien DBD tercatat di RSUD Talang Ubi, Pali, sekitar 163 orang. Plt Kadinkes Kabupaten Pali, Lydwirawan mengajak warga memperhatikan sanitasi lingkungannya.

Di tengah daerah lain mengantisipasi penyebaran DBD, Staf Ahli Penyakit Menular Dinkes Babel Syaifulllah menyayangkan minimnya dukungan aparatur setempat sebab masih ada camat yang belum menjalankan imbauan kepala daerah untuk melakukan PSN sebagai mengantisipasi DBD. (AD/AU/JS/DW/RF/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya