Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Jalan Pantai Barat, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatra Utara, heboh sejak Selasa (5/2) malam. Warga curiga pada sebuah rumah toko (ruko) di kawasan tempat tinggal mereka. Kecurigaan warga terbukti setelah mereka mendobrak ruko tersebut, kemarin. Seratus lebih warga negara asing (WNA) ada dalam ruko itu dengan kondisi memprihatinkan.
WNA itu diketahui dari Bangladesh dan diduga sudah berbulan-bulan berada di dalam ruko berlantai dua tersebut. Hampir seluruh WNA tersebut terlihat lemas dan kelaparan. Warga melaporkan temuan itu ke polisi dan para WNA Bangladesh tersebut dibawa ke Kantor Polrestabes Medan.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKB Putu Yudha Prawira belum bersedia untuk memberikan keterangan terkait dengan temuan ratusan imigran gelap tersebut.
Setelah didata, terdapat 193 warga Bangladesh. Kepolisian memutuskan untuk menyerahkan mereka kepada pihak imigrasi. Oleh pihak imigrasi, mereka dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Medan. Mereka ditempatkan di salah satu rumah pertokoan yang berada di kawasan Kampung Lalang, Jalan Gatot Subroto.
“WNA asal Bangladesh tanpa dilengkapi dokumen keimigrasian. Saat diamankan, kondisi mereka dalam keadaan kelaparan,” kata Kepala Kantor Imigrasi Medan, Fery Monang Sihite, kepada wartawan, Rabu (6/2).
Fery menjelaskan 193 WNA itu diduga disembunyikan agen yang hendak mengirim mereka ke Malaysia. Namun, Imigrasi Medan masih belum bisa memberikan keterangan tentang tujuan WNA ilegal asal Bangladesh itu. “Saat ini kita coba upayakan agar nanti dokumen keimigrasiannya bisa kami dapatkan. Sampai saat ini kami belum dapat dokumen perjalanan mereka,” jelasnya.
Fery mengungkapkan, setelah didata lebih lanjut, mereka nantinya akan dideportasi dari Indonesia menuju negara asal. (PS/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved