Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JAWA Timur hingga saat ini menduduki posisi tertinggi dalam kasus demam berdarah dengue (DBD) pada tahun ini. Total jumlah kasus DBD hingga 3 Februari mencapai 16.692 kejadian, sedangkan korban meninggal dunia mencapai 169 orang.
“Jawa Timur masih menduduki jumlah kasus terbanyak, di antaranya di Kediri dan Ponorogo,” ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono dalam siaran persnya yang diterima Media Indonesia, Rabu (6/2).
Dari laporan kepala dinas provinsi dan bupati di Kediri, serta situasi dan kondisi riil di lapangan, bahwa jentik nyamuk sudah menempel di pagar-pagar rumah warga. “Bagian rumah warga di sana menggunakan bambu, dan jentik-jentiknya ada di sana,” kata Anung.
Selain Jawa Timur, wilayah terbanyak kasus DBD terjadi di Provinsi Jawa Tengah, Provinsi NTT, dan Kota Kupang. Namun, di Kupang saat ini jumlah pasien DBD terus menurun. Akhir pekan lalu ada 14 pasien dirawat di rumah sakit. Sejak kemarin tinggal lima pasien.
Tingginya jumlah penderita DBD di Jawa Timur menyebabkan permintaan trombosit meningkat. PMI cabang Surabaya mengakui adanya kenaikan permintaan stok trombosit. Pada Desember 2018 ada permintaan 1.500 kantong darah dan meningkat menjadi 2.600 kantong darah pada Januari.
Penyakit DBD hingga sekarang masih mengancam sejumlah daerah. Di Cilacap, pada awal Februari sudah ada dua warga meninggal dunia akibat DBD. Padahal selama Januari, terdapat 71 kasus tetapi tidak ada korban jiwa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilacap, Marwoto mengatakan untuk memutus mata rantai gerakan pemberantasan sarang nyamuk harus digiatkan. “Ada tempat-tempat genangan harus dipantau,” ujarnya.
Korban meninggal akibat DBD juga terjadi di Kota Tasikmalaya. Aah Komariah, 45, warga Cicantel RT 05 RW 08, Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamansari, meninggal dunia akibat DBD.
Wabah DBD juga terjadi di Brebes. Wakil Direktur RSUD Brebes, Chaerudin, menuturkan jumlah pasien DBD yang menjalani perawatan mencapai 61 pasien. Jumlah yang cukup banyak itu menyebabkan, sejumlah pasien dititipkan ke bangsal lain. “Daya tampung bangsal hanya 53, sisanya dititipkan ke bangsal lain selain bangsal anak,” ujarnya.
Sementara itu, di Provinsi Sumatra Barat, kasus DBD hingga Januari lalu sebanyak 167 orang. Hingga memasuki Februari belum ada peningkatan kasus.
Pengasapan
Pada bagian lain, dalam memutus mata rantai virus DBD, Pemerintah Kota Denpasar menggencarkan penaburan bubuk larvasida dan pengasapan (fogging) dengan menggunakan mobil keliling.
Sama halnya di Kabupaten Cianjur, pengasapan juga digencarkan. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciajur, Tresna Gumilar, meminta masyarakat jangan tergantung pada fogging, tetapi perlu digiatkan pemberantasan sarang nyamuk. “Kalau fogging terus-menerus berdampak pada kesehatan. Paling bagus adalah memberantas sarang nyamuk,” ujarnya.
Selain pemberantasan sarang nyamuk, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menciptakan kit diagnostik DBD. Perekayasa Utama dari Pusat Teknologi Farmasi dan Medika BPPT, Imam Paryanto, mengatakan kit diagnostik ini cara cepat mendeteksi pasien positif DBD atau tidak.
“Alat tersebut bisa mendeteksi darah pasien dalam waktu dua sampai 10 menit, apakah sudah tercemar virus DBD atau tidak,” ujarnya di Jakarta. (RS/LD/PO/BB/AD/YH/FL/Nda/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved