Banjir Rendam Persawahan, Petani Panen Dini

(AS/JI/RS/UL/BB/N-2)
06/2/2019 23:00
Banjir Rendam Persawahan, Petani Panen Dini
(ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

BANJIR yang melanda Kabupaten Kudus dan Pati, Jawa Tengah, menyebabkan ratusan hektare tanaman padi di dua wilayah itu mengalami gagal panen. Sebagian petani memilih panen dini dengan risiko harga gabah anjlok karena kualitas rendah.

Banjir merendam persawahan di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, membuat petani pasrah. Rata-rata usia tanaman padi sekitar 15-90 hari itu mati karena terendam air selama sepekan.

“Saya terpaksa melakukan panen dengan cara menggunakan rakit dan berendam daripada tidak dapat panen sama sekali,” kata Wahyono, 45, petani dari Undaan Kudus.

Masih terkait dengan banjir, sebanyak 28 narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Pekalongan, yang sebelumnya diungsikan ke LP Kelas II B Brebes, kini menetap dan menjadi warga binaan di LP Brebes.

Sebelumnya, sekitar 300 dari total 394 narapidana dievakuasi ke beberapa rumah tahanan termasuk di Brebes. Napi yang diungsikan tersebut akibat banjir dan rob di Pekalongan akhir Januari lalu. Kepala LP Kelas II-B Brebes, Maliki menyampaikan 28 napi tersebut akan tetap di LP Kelas II-B Brebes hingga habis masa tahanan mereka. “Sekarang masih kita tempatkan dalam satu kamar karena sedang melalui tahap atau masa pengenalan lingkungan. Mereka akan tetap di sini, jadi warga binaan di sini,” ujar Maliki.

Selain banjir, angin kencang dan gelombang laut tinggi masih terjadi di sejumlah wilayah. Seperti di Bali, sebanyak 10 anak buah kapal KM Sri Mulyo dapat dievakuasi setelah terombang-ambing di perairan Laut Jawa, kemarin sekitar pukul 16.30 Wita. Kapal yang ditumpangi 10 ABK sudah tenggelam. Beruntung ada kapal MV Greyman Express sedang melintas langsung mengevakuasi mereka.  

Angin kencang dan puting beliung masih berpeluang terjadi di Majalengka, Cirebon, Indramayu, dan Kuningan, Jawa Barat. Prakirawan BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Izyn, meminta masyarakat mewaspadainya. “Hingga masa pancaroba atau transisi mendatang,” ungkap Faiz

Pada bagian lain, Pemerintah Kabupaten Cianjur mengalokasikan anggaran tanggap darurat bencana setiap tahunnya sebesar Rp4 miliar. “Dana on call kebencanaan dialokasikan di Kabupaten Cianjur menempati peringkat pertama di Jawa Barat dan Indonesia. Tapi masih sangat kurang,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno. (AS/JI/RS/UL/BB/N-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya