Menjejakkan Kaki di Kawah Tambora

MI/X-7
06/4/2015 00:00
Menjejakkan Kaki di Kawah Tambora
(MI/ATET DWI PRAMADIA)
Pengantar:
Menyambut peringatan 200 tahun erupsi Gunung Tambora 11 April 2015, Media Indonesia mengirimkan Media Indonesia Adventure Team untuk mendaki dan menjelajahi gunung di Pulau Sumbawa, NTB itu. Hasil liputan tim disajikan berseri hingga 12 April 2015. Mulai hari ini diturunkan laporan tim pertama beranggotakan Anwar Surachman, Atet Dwi Pramadia, Briyanbodo Hendro, Irana Sha lindra, dan Yusuf Riaman.

"HIJRAT al-Nabi salla’llahu alaihi wa sallama seribu dua ratus tiga puluh genap tahun, tahun Za, pada hari Selasa waktu subuh sehari bulan Jumadilawal, tatkala itulah Tanah Bima datanglah takdir Allah melakukan kodrat iradat atas hamba-Nya. Maka, gelap berbalik lagi lebih daripada malam itu..." Petikan kitab Bo’ Sangaji Kai yang lamat-lamat dibacakan Siti Maryam R Salahudin, putri bungsu dari Sultan Muhammad Salahudin, Sultan Bima terakhir, di rumahnya, Kamis (2/4) siang membawa ingatan saya ke beberapa hari lalu. Saat itu, kami, Media Indonesia Adventure Team, berjibaku dengan cuaca panas dan medan ekstrem sebelum menjejakkan kaki di salah satu kaldera terdalam di dunia, yakni perut Gunung Tambora.

Sudah masuk waktu isya ketika tim tiba di Dusun Pancasila, kaki Gunung Tambora, Rabu (25/3) malam. Tubuh kami penat tertekuk empat jam lebih di mobil carteran. Untung, jalan yang kami lalui sejak dari Bima ke Pancasila terbilang mulus.
"Jalannya sudah bagus tiga bulan ini," jelas Saiful Bahri, Koordinator Komunitas Pecinta Alam Tambora (K-Pata) sekaligus pemilik homestay Pondok Petualang, tempat kami menginap. Menurutnya, perbaik an jalan itu merupakan bagian dari persiapan perhelatan Festival Tambora Menyapa Dunia yang diadakan Pemprov NTB sebagai peringatan dua abad letusan Tambora. Pastinya bukan kami saja yang ingin menyambangi Gunung Tambora. Namun, catatan sejarah gunung itu membuat
kami tergelitik melihat dari dekat rupa dan kehidupan di sekitar ancala itu dewasa ini atau 200 tahun sejak erupsi.
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya