Tetap Waspadai Bencana

(LD/DW/RF/AD/YH/N-3)
05/2/2019 22:45
Tetap Waspadai Bencana
(Antara)

HUJAN lebat menjelang Imlek dan selesai sesudahnya hanya mitos semata. Curah hujan pada Februari diperkirakan masih tinggi di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Sumatra Selatan. Waspadai bencana tanah longsor dan segera benahi drainase agar tidak terjadi banjir.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan curah hujan di sejumlah wilayah, khususnya daerah pegunungan, diperkirakan masih tinggi. Bahkan, selama satu bulan intensitasnya bisa mencapai 500 milimeter (mm) bahkan lebih.

“Dari prakiraan yang dikeluarkan BMKG, sejumlah daerah yang curah hujannya tinggi di antaranya di pegunungan utara Banyumas, wilayah utara Purbalingga dan sebagian barat daya Banjarnegara. Termasuk juga di wilayah tenggara Brebes, bagian selatan Tegal, Pemalang selatan, Pekalongan selatan, perbatasan Wonosobo-Purworejo,” jelas Teguh, Selasa (5/2).

Menurutnya, ada juga daerah dengan curah hujan antara 400-500 mm serta 200-300 mm. Pada umumnya, daerah dengan intensitas hujan antara 200-300 mm berada di wilayah datar. “Karena itu, kami mengimbau kepada warga di wilayah pegunungan untuk mewaspadai curah hujan tinggi yang dapat memicu bencana tanah longsor,” katanya.

Sementara Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kusworo juga meminta kesiapsiagaan warga untuk menghadapi kemungkinan bencana tanah longsor. Khususnya bagi warga yang bermukim di daerah rawan longsoran seperti Cilongok, Gumelar, Ajibarang, Pekuncen dan lainnya untuk terus waspada. “Kalau perlu ada ronda terutama pada saat hujan deras turun,” katanya.

Hal senada disampaikan Kasi Data dan Informasi BMKG Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bambang Beny Setiaji. Dia menyebutkan sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Sumsel untuk mewaspadai potensi hujan deras disertai angin kencang dan petir.

“Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan petir di wilayah Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas, OKI, OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Palembang, Ogan Ilir, Pagar Alam dan Lahat. Kemudian juga terjadi di Musi Rawas Utara, Prabumulih, dan Muara Enim,” jelasnya.

Sementara itu, hujan lebat yang mengguyur Sungailiat Kabupaten Bangka. Menyebabkan ruas jalan Kenanga tergenang air setinggi sekitar 1 meter. Begitu pula dengan kompleks perkantoran Pemkab Bangka, keamrin. Kepala BPBD Provinsi Babel Mikron Antariksa mengatakan, banjir disebabkan drainase tertutup sedimentasi sehingga air tidak mengalir dan meluap menggenai badan jalan. “Drainasenya tertutup sedimentasi akibat aktivitas tambang. Bukan hanya jalan saja, beberapa Ruma warga pun ikut terendam,” kata Mikron. (LD/DW/RF/AD/YH/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya