Toleransi Umat saat Imlek Cukup Tinggi

(LD/HT/PO/FL/BB/AD/Fer/LG/SM/EM/N-2)
05/2/2019 23:30
Toleransi Umat saat Imlek Cukup Tinggi
( ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

PARA pengurus kelenteng di Banyumas dan Purbalingga, Jawa Tengah, merasakan tole­ransi di kedua daerah cukup baik sehingga dalam pelaksanaan perayaan Imlek bisa berjalan lancar.

Humas Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas, Sobitananda, mengatakan masyarakat Banyumas memiliki toleransi tinggi. “Bahkan setelah perayaan Imlek, ada Cap Go Meh. Kami akan menyelenggarakan acara makan malam bersama diikuti warga lintas agama. Setiap tahun, kami memiliki tradisi makan malam bersama pada Cap Go Meh, dengan menggelar budaya lintas agama,” jelas Sobitananda.

Masih terkait dengan toleransi di hari Imlek, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada pengelola Kelenteng Sam Poo Kong menyiapkan satu tempat untuk dibangun masjid. Alasannya, Laksamana Cheng Ho seorang muslim dan memiliki semangat pluralisme.

Perayaan Imlek di berbagai daerah juga berjalan lancar dan cukup meriah. Seperti di Kupang, Surabaya, Depok, Jakarta, Tangerang, Cianjur, dan Tasikmalaya, perayaan Imlek berjalan aman.  

Di Tangerang, ribuan masyarakat Tionghoa memadati beberapa vihara  untuk memanjatkan doa menjelang tahun baru tersebut. Selain itu, kegiatan Imlek juga dimeriahkan di area publik lainnya. Tidak terke­cu­al­i di Bandara Soekarno Hatta dipenuhi ornamen khas Imlek, pertunjukan barongsai hingga kuis interaktif.

Di tengah keramaian menyambut Imlek, sebuah vihara di Jalan Kelenteng, Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jawa Barat, terbakar kemarin. Kebakaran diduga bersumber dari lilin yang menyala di sekitar vihara. Menurut Edi, ketua RW setempat, api cepat merambat ke seluruh vihara. “Tidak ada korban jiwa,” kata Edi. (LD/HT/PO/FL/BB/AD/Fer/LG/SM/EM/N-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya