Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MONDAR-MANDIR diantara para pengunjung pembukaan pameran Sastra Rupa Gambar Babad Diponegoro di Jogja Gallery, Jalan Pekapalan Kota Yogyakarta, Jumat (1/2) malam, gadis ini sesekali menghampiri kerumuman.
Satu permintaan yang selalu diajukan, izin menggambar sket wajah. "Minta waktunya dua menit saja. Kalau tidak satu setengah menit," pinta gadis itu.
Baca juga: Matos Semarakkan Imlek Bernuansa Floral
Gadis yang berseragam SMA Negeri 3 Klaten ini adalah Temanku Lima Benua. Ia betul, namanya memang Temanku Lima Benua, siswa kelas XI SMAN 3 Klaten. Ia selalu memperkenalkan diri dengan nama panggilan Liben. Nama Temanku Lima Benua itu sendiri, pemberian sastrawan kondang WS Rendra. Dari namanya, tersirat harapan memiliki teman di semua penjuru dunia.
Liben, ternyata bukan seniman biasa. Ia adalah seniman speed art yang telah menggambar hampir 3.000 wajah selama gelaran Asian Paragames 2018 di Jakarta tahun lalu. Bahkan, wajah Presiden Joko Widodo pun pernah digambarnya.
Keinginannya, adalah menularkan energi positif pada semua orang melalui sketsa wajah yang ia gambar dan berikan secara cuma-cuma.
"Ini untuk menambah teman saja, nama saya Liben, Lima Benua jadi ya ingin berteman dengan semakin banyak orang,"ujarnya.
Benar saja, Liben ternyata mampu menggambar wajah seseorang dalam waktu tidak sampai dua menit. Lantas, sejak kapan kemampuan itu muncul dan dari mana ide awal mulai menggambar wajah banyak orang?
Liben menjawab lebih banyak belajar sendiri. "Asyik bisa bertemu banyak orang dan memang aku pingin menggambar lebih banyak wajah orang," kata perempuan yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Klaten Biennale. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved