Pelindo Kembangkan Pelabuhan Tegal

Supardji Rasban
05/2/2019 12:00
Pelindo Kembangkan Pelabuhan Tegal
(MI/SUPARDJI RASBAN)

PT Pelindo III Regional Jawa Tengah sedang mempersiapkan pengembangan Pelabuhan Kota Tegal menjadi sentra industri perikanan. Ada beberapa persoalan yang harus diselesaikan agar pengembangan Pelabuhan Kota Tegal menjadi Sentra Industri Perikanan berjalan dengan baik. Yakni peninggian break water atau penahan gelombang, pengerukan kolam, pengerukan alur masuk, pembangunan pasar ikan seperti di Muara Karang Jakarta dan menghidupkan sentra kuliner ikan di sekitar Pelabuhan.

Hal tersebut disampaikan CEO PT Pelindo III Regional Jawa Tengah, Arief Prabowon dan jajarannya, saat bertemu Wal Kkota Tegal Nursholeh, Senin (4/2), yang keterangan resmi yang diterima Selasa (5/2).

Arief menuturkan, pengembangan pelabuhan Kota Tegal sebagai zona industri perikanan memerlukan beberapa langkah sebagai pembangunan jangka pendek. Yakni meninggikan break water atau penahan gelombang kemudian baru dilaksanakan pengerukan kolam.

Namun, menurut Arief, pengerukan kolam sedalam 5 meter sia-sia jika alur menuju ke kolam juga tidak dilakukan pengerukan. Karena sesuai peraturan undang-undang dikelola oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Baca juga: Bus BRT Banjarbakula Mulai Diuji Coba

"Pelindo akan mendalamkan kolam menjadi lima meter, tetapi kalau alur tidak bisa juga didalamkan lima meter, maka yang masuk sama saja hanya 3,5 meter. Makanya kita hari ini akan ke KSOP," ujar Arief.

Arief menyebut dengan adanya pendalaman alur dan kolam menjadi lima meter, maka akan terjadi perpindahan kapal dari dangkal kedalaman lima meter, Gross Ton (GT)  kapal semakin besar dan daya jelajah kapal semakin luas sehingga dampaknya kesejahteraan nelayan semakin meningkat.

Selain itu, untuk pengembangan Sentra Industri Perikanan, Pelindo, Pemerintah Kota Tegal dan pengusaha secara tripartit akan bekerja sama agar nelayan memiliki produk perikanan yang memiliki nilai tambah.

"Ikan dari nelayan bisa dibuat menjadi bubur ikan, bakso ikan, tepung ikan. Di samping itu kita juga mulai usulkan supaya nanti dikembangkan sentra kuliner di Tegal ini," terang Arief.

Terkait dengan Kali Bacin, Arief mengaku Pelindo sudah melakukan pengerukan. Kali Bacin akan ditata menjadi wisata kuliner, yakni mulai dari selatan ke utara.

Namun persoalan di Kali Bacin, banyak sampah yang menuju ke Kali Bacin dari aliran sungai dari selatan. Untuk itu dilakukan penutupan di Jembatan Kali Bacin sehingga sampah tertahan di bawah jembatan dan dikeruk setiap hari.

"Jangan sampai sudah kita keruk nanti sampahnya masuk lagi," ucapnya.

Wali Kota Tegal Nursholeh mengaku prihatin terhadap pelabuhan Kota Tegal. Padahal jika dilihat sejarahnya, Pelabuhan Kota Tegal merupakan pelabuhan yang pernah berjaya di masanya.

Nursholeh meminta Pelindo agar memaksimalkan potensi Pelabuhan Tegal. Yakni menghidupkan nelayan Kota Tegal dan menciptakan industri perikanan yang terintegrasi di Pelabuhan Kota Tegal.

"Saya serahkan kepada Pelindo untuk memaksimalkan potensi pelabuhan Kota Tegal untuk kesejahteraan nelayan Kota Tegal," ujar Nursholeh. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya