Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POTENSI hujan lebat akan terjadi di beberapa daerah dalam minggu-minggu ini. Masyarakat diimbau untuk waspada menghadapi bencana yang mungkin menyertainya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta meminta masyarakat waspada dengan potensi hujan lebat yang akan turun hingga 7 Februari mendatang.
Menurut Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta Djoko Budiyono, penyebab utama potensi turun hujan lebat karena saat ini suhu permukaan laut cukup hangat.
“Munculnya beberapa daerah tekanan udara di sekitar Australia yang menyebabkan terbentuknya pola angin konvergensi atau pertemuan angin yang bisa berdampak pada pembentukan awan-awan hujan di Yogyakarta,” kata dia, Minggu (3/2).
Djoko juga menjelaskan aktivitas Gunung Merapi berpengaruh tidak langsung terhadap cuaca di lingkungannya. Material Merapi bisa berfungsi mempercepat pembentukan awan atau disebut sebagai inti kondensasi. “Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dengan hujan yang masih berpotensi muncul hingga 7 Februari 2019,” pesan dia.
Peringatan serupa disampaikan BMKG di Palembang yang menyebutkan bencana sangat berpotensi terjadi di musim penghujan ini. Apalagi intensitas hujan saat ini cukup lebat di beberapa daerah.
Seperti pada Sabtu (2/2), terjadi longsor pada akses jalan utama penghubung kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam sekitar 10 meter yang mengakibatkan akses jalan tersebut putus total.
Diakui Bambang Beni Setiaji, Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, suhu permukaan laut di wilayah barat Sumatra bagian selatan cenderung hangat sekitar 28-30 derajat celsius.
“Terjadi anomali suhu muka laut hingga +2 derajat celsius sehingga mengindikasikan adanya penguapan yang cukup signifikan untuk pembentukan awan-awan hujan di wilayah Sumatra bagian selatan,” jelasnya.
Pertumbuhan awan yang didukung faktor lokal yang cukup signifikan (kelembapan udara yang cukup tinggi) menyebabkan peningkatan aktivitas pertumbuhan awan hujan konvektif, yang dapat menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Sumatra Selatan. Seperti saat ini, potensi hujan terjadi hampir di seluruh daerah di Sumsel.
Bersahabat dengan alam
Maraknya tanah longsor di berbagai daerah menjadi perhatian banyak pihak. Bupati Samosir, Sumatra Utara, Rapidin Simbolon mengajak warga untuk bersahabat dengan alam guna menghindari bencana. Menurutnya, gunung yang gundul berdampak kepada bahaya longsor yang berdampak pada kerugian negara juga masyarakat. Rapidin menambahkan, untuk berasahabat dengan alam diperlukan perhatian dan tindakan serius seperti memerangi pembalakan liar.
Perlu semua pihak untuk lebih memperhatikan lingkungan juga disampaikan Dudi Mulyadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya. Menurutnya, kerusakan lingkungan yang banyak terjadi belakangan ini disebabkan kurangnya kepedulian masyarakat.
Sementara itu, Kepala Unsur Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, menambahkan bencana banjir dan tanah longsor yang sering terjadi di Sukabumi, Jawa Barat, bukan akibat faktor cuaca saja. Penyebab lain ialah ketidakpedulian warga dengan membuang sampah sembarangan di sungai. (DW/JH/AD/BB/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved