Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BENDUNGAN Temef yang dibangun di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menjadi sumber air baku dan mengairi lahan irigasi seluas 10.000 hektare.
Kepala Teknik PT Waskita Karya Agasi Yudho mengatakan Temef menjadi bendungan terbesar di antara tujuh bendungan yang dibangun di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo di NTT.
Baca juga: Gubernur Tegaskan, DBD di Babel Belum Masuk Katagori KLB
Bendungan dengan panjang 550 meter dan tinggi 55 meter ini, menempati lahan seluas 45 hektare dan mampu menampung air hingga 45 juta meter kubik.
"Selesai dibangun, akan mengurangi banjir di Kabupaten Malaka karena bendungan dibangun di pertemuan dua sungai yang airnya mengalir dari Gunung Mutis di Kabupaten Timor Tengah Selatan," kata Agasi Yudho kepada wartawan, Minggu (3/2).
Pembangunan bendungan dimulai sejak 2018 dibagi dua, yakni paket 1 dikerjakan oleh PT Waskita Karya kerjasama operasional (KSO) PT Bahagia Bangun Nusa, dan paket 2 dikerjakan PT Nindya Karya kerjasama operasional (KSO) PT Bina Nusa Lestari. "Progres paket satu sudah 10,8% dan paket dua hampir 20%," tambahnya.
Anggaran pembangunan Bendungan Temef sebesar Rp1,4 triliun dijadwalkan rampung pada 2022. Namun, ada upaya percepatan sehingga diharapkan rampung satu tahun lebih awal dari jadwal semula.
Selain Temef, dari tujuh bendungan yang dibangun di NTT tersebut, dua di antaranya sudah rampung yakni Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang dan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved