Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN anak keturunan Tionghoa berkumpul di halaman Wihara Budha Dharma, Dusun Cinangoh, Kelurahan Karawang Wetan, Jawa Barat. Mereka yang terdiri atas enam laki-laki dan perempuan berdiri dengan memegang tongkat.
Tongkat digoyangkan ke kiri dan ke kanan untuk menggerakkan naga-nagaan berwarna merah. Mengikuti suara tabuhan tambur yang dipukul seorang anak berbadan gemuk, sang naga meliuk-liuk menari.
Sejak seminggu ini anak-anak tersebut sibuk berlatih tari naga atau lian liong untuk menyambut Imlek dan Cap Go Meh yang tinggal menghitung hari.
Lian liong sendiri merupakan peninggalan tradisional warga Tionghoa. Orang Tionghoa percaya bahwa naga merupakan simbol keberuntungan dan diharapkan bisa menangkal malapetaka.
“Salah satunya kita ingin menjaga warisan budaya. Ini bukan budaya dari Tiongkok saja, tetapi juga budaya Indonesia,” kata Giok Tseng, pemilik Rajawali Dragon Dance Karawang. Dalam permainan itu, Giok menjelaskan ada arti persatuan dan kekompakan yang bisa menjadi simbol kebanggaan Indonesia.
“Mereka yang memainkan lian liong ini bukan hanya warga Tionghoa. Agamanya juga bukan hanya Buddha atau apa pun. Ada juga yang Islam, Kristen. Ini merupakan persatuan,” katanya.
Giok mengungkapkan, memainkan lian liong tidak memerlukan keahli-an khusus seperti barongsai yang harus memiliki keahlian bela diri. “Tinggal kemauan dengan mengikuti suara tambur, kenong, dan kencreng,” ujarnya.
Di tengah kesibukan anak-anak berlatih, para orang tua menyiapkan memasang lampion merah di sepanjang Jalan Tuparev. “Ada kembang api, barongsai, dan liong,” ungkap Kayun, rohaniwan Buddha.
Kegiatan menyambut Imlek juga terlihat di kelenteng tertua di Surabaya, Hok An Kiong, yang mulai dihiasi ratusan lampion di setiap sudutnya. Pengurus Kelenteng Hok An Kiong Edi Yuwono menjelaskan setiap tahun pihaknya memilih me-rayakan Imlek dengan sederhana. “Tidak ada persiapan luar biasa atau persiapan khusus,” katanya.
Kelenteng ini hanya akan mengadakan ramah tamah dengan membagikan makanan ringan saja. Biasanya mereka menerima tamu dari Surabaya dan luar kota itu. (Cikwan Suwandi/Faishol Taselan/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved