BMKG Ajak Pemda Aceh Perkuat Mitigasi Bencana

Micom
01/2/2019 21:15
BMKG Ajak Pemda Aceh Perkuat Mitigasi Bencana
(ist)

DALAM rangka memperkuat mitigasi guna meminimalisasi jumlah korban akibat bencana, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak Pemerintah Daerah Istimewah Aceh untuk bersama-sama meningkatkan budaya sadar bencana.

Seperti diketahui, Banda Aceh merupakan wilayah rawan gempa dan tsunami lantaran diapit dua patahan Sumatra yang masih aktif, yaitu patahan segmen Aceh dan segmen Seulimuem.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan, BMKG Provinsi Aceh memiliki 7 kantor representatif yang tersebar di seluruh wilayah Aceh untuk melayani informasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika secara komprehensif.

"Silakan gunakan seluruh data dan informasi yang dimiliki untuk memperkuat upaya mitigasi bencana", ungkap Dwikorita saat mengunjungi Aceh, Jumat (01/2).

Dwikorita menjelaskan, sebagai upaya mitigasi bencana di Aceh, BMKG telah melakukan penambahan dan modernisasi berbagai peralatan penunjang guna memantau kondisi iklim dan cuaca.

"Guna memantau iklim dan cuaca di antaranya BMKG telah menyiapkan Radar Cuaca Automatic Weather Station (AWS), Automatic Weather Observation System (AWOS), Display Info MKG, Automatic Rain Gauge, Automatic Agroclimate Weather Station serta Pos Kerja Sama. Juga tersedia HV Sampler, Rain Sampler, PM-10 dan AARS yang digunakan untuk memantau perubahan iklim dan kualitas udara," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk pemantauan bencana gempa dan tsunami, BMKG Aceh telah dilengkapi dengan sistem monitoring gempa dan tsunami, yakni Accelerograph, Lightning Detector, DVB, dan Sirene Gempa.

"Keberadaan seluruh alat tersebut diharapkan mampu meminimalisir kerugian dan korban akibat bencana yang sewaktu-waktu dapat menghantam Daerah Istimewa Aceh," tambahnya.

Selanjutnya, Dwikorita mengajak Pemerintah Daerah dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan.

"Pemerintah daerah dan masyarakat harus bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dengan memperkuat upaya-upaya mitigasi bencana. Di antaranya dengan membangun tsunami shelter, menyiapkan rute-rute evakuasi, membuat tata ruang yang berbasis risiko bencana dan mengedukasi masyarakat dengan berbagai pengetahuan dan wawasan kebencanaan," ujarnya.

Ia berharap penyampaian informasi peringatan dini semakin cepat, luas, dan tepat sasaran.

"Saya berharap penyampaian informasi peringatan dini bisa semakin cepat, luas dan tepat sasaran apalagi pada saat adanya peningkatan kondisi ekstrim alam yang menimbulkan anomali-anomali seperti yang terjadi di Lombok, Palu dan Selat Sunda. Saya juga berharap kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam meningkatkan kewaspadaan karena  sesuatu yang mustahil jika BMKG bekerja sendiri dalam upaya pencegahan, penanganan, dan penanggulangan bencana," ujarnya.

Menurut Dwikorita, BMKG juga terus menjalin kerja sama dengan berbagai instansi, institusi, organisasi dan komunitas guna memperkuat amplifikasi pesan dan informasi kebencanaan kepada masyarakat luas. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya