Mahasiswa Universitas NU Belajar dari Perusahaan Tambang Adaro

Denny Susanto
01/2/2019 19:00
Mahasiswa Universitas NU Belajar dari Perusahaan Tambang Adaro
(MI/Denny S)

MAHASISWA jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (planologi) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan melakukan kuliah lapangan dan belajar pengelolaan lingkungan kawasan tambang batu bara terbesar milik PT Adaro Indonesia di Kabupaten Balangan.

Kuliah lapangan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana manfaat sektor tambang bagi lingkungan dan peningkatan ekonomi daerah, khususnya masyarakat sekitar tambang.

Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas NU Kalsel, Fian, Jumat (1/2), mengatakan, kuliah lapangan ini merupakan aplikasi salah satu mata kuliah perencanaan pertambangan.

"Dengan kuliah lapangan maka mahasiswa akan melihat secara langsung seperti apa kegiatan pertambangan. Sejauh mana manfaat dan dampak negatif tambang batubara bagi masyarakat dan daerah," tuturnya.

Kegiatan ini juga menjadi pelajaran penting dan menambah wawasan mahasiswa terkait berbagai kegiatan yang berhubungan dengan sektor pertambangan baik langsung dan tidak langsung.


Baca juga: BMKG Uji Coba Radar Tsunami Hibah dari Jepang


Fajeriannor, Kepala Komunikasi, Relasi dan Mediasi, PT Adaro Indonesia, mengatakan, pihaknya membuka selebar-lebarnya kesempatan bagi pihak luar terutama akademisi untuk melakukan studi banding ke areal tambang batu bara PT Adaro Indonesia.

Menurutnya, bagi perusahaan kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk menjelaskan atau memberi gambaran mengenai aktivitas pertambangan terutama komitmen perusahaan di bidang lingkungan serta upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar tambang.

"Kita membuka diri terkait masalah ini. Selama ini banyak tudingan maupun pemberitaan negatif tentang tambang. Melalui kegiatan studi banding atau kuliah lapangan seperti ini maka masyarakat luas akan dapat melihat langsung apa yang dilakukan perusahaan," ujarnya.
Sehingga stigma negatif tentang tambang yang merusak lingkungan dapat diredam.

Adaro sendiri merupakan perusahaan tambang yang taat azas tata kelola tambang dan kewajiban di bidang lingkungan serta upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar tambang.

Pada 2018, PT Adaro Indonesia berhasil memenuhi target penanaman yang merupakan bagian kewajiban jaminan reklamasi seluas 310 hektare ditambah kegiatan penghijauan lainnya dengan total lebih 1.000 ha.

Program CSR dengan penyerapan tenaga kerja lokal, pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat. Kuliah lapangan mahasiswa jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas NU Kalsel ini ditandai dengan penyerahan bibit pohon langka jenis Ulin dari divisi nursery PT Adaro Indonesia kepada pihak Universitas NU Kalsel. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya