Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANCAMAN megathrust (gerak sesar yang besar) di selatan Jawa yang berpotensi menimbulkan tsunami harus diantisipasi dengan meningkatkan mitigasi. Apalagi, di selatan Jawa ada daerah yang disebut seismic gap atau daerah yang sudah sangat lama tidak terjadi gempa, walaupun aktif secara tektonik.
Perekayasa di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko mengungkapkan di selatan Jawa ada wilayah yang disebut sebagai seismic gap, yakni daerah yang lama tidak muncul gempa. Dari berbagai kajian, wilayah setempat menyimpan potensi gempa megathrust dengan kisaran 8,7 skala Richter (SR) hingga 8,8 SR.
“Sebetulnya, seismic gap tidak hanya di selatan Jawa, tetapi juga ada di Sumatra ada tiga titik, Jawa ada dua titik, kemudian di Sunda dan Bali ada satu titik. Memang ada potensi gempa megathrust, tetapi yang paling penting adalah bagaimana mitigasinya,” tegas Widjo seusai menjadi pembicara Potensi Gempa dan Tsunami di Cilacap, di Ruang Jalabumi, Pemkab Cilacap, Kamis (31/1).
Menurut dia, megathrust di Jawa bagian selatan jaraknya cukup jauh sekitar 100 kilometer (km), tidak seperti di Sunda atau Pulau Mentawai yang relatif pendek jaraknya. Ditambahkan, di selatan Jawa, masih ada waktu menjauh jika terjadi tsunami karena jaraknya cukup jauh mencapai 100 km.
Yang paling penting, ujar Widjo, ialah bagaimana mengenali bencana dan mengantisipasinya. Hanya saja, Widjo menilai pemerintah masih belum memprioritaskan meski negeri ini rawan bencana.
Selain itu, hal yang juga perlu diperhatikan ialah bagaimana kesiapsiagaannya dan betul-betul implementatif. Kalau di Cilacap, tidak hanya masyarakat di wilayah rawan bencana, tetapi juga mengajak industri yang ada seperti Pertamina dan PLTU untuk siap siaga.
Pada bagian lain, Widjo mengatakan sebagai salah satu upaya mengurangi risiko bencana, pernah dikaji bukit terbuka hijau di sekitar pantai di Cilacap. Setidaknya butuh satu atau dua bukit yang masing-masing mampu menampung 10 ribu orang. Biayanya pembuatan bukit tersebut sekitar Rp20 miliar. “Itu salah satu upaya untuk mereduksi dan mengurangi risiko bencana.”
Huntara di Palu
Kemarin, Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali melakukan kunjungan kerja di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kunjungan kali ini merupakan yang ke empat kalinya, pascagempa, tsunami, dan likuefaksi yang terjadi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala, serta Parigi Moutong, pada 28 September 2018.
Wapres meninjau hunian sementara (huntara) para pengungsi korban bencana alam, yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.
Sementara itu, bencana hidrometeorologi masih terjadi di sejumlah daerah. Hingga kemarin, banjir masih terjadi di sejumlah permukiman warga di Kota maupun Kabupaten Pasuruan, seperti di Kelurahan Randusari Kota Pasuruan dan Desa kedawungkulon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.
Hujan deras yang melanda kawasan Sleman pada Rabu (30/1) malam menyebabkan terjadinya banjir Sungai Pete, di Kalasan, Sleman. “Empat rumah terdampak longsor talud karena arus sungai yang sangat deras,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Makwan. (MT/AB/YK/AU/RS/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved