Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA kabar gembira yang datang dari Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hewan purba yang dilindungi dan menjadi ikon NTT itu di luar perkiraan ternyata populasinya meningkat. Hal itu sekaligus menjawab kekhawatiran Gubernur NTT Viktor Laiskodat belum lama ini saat mengunjungi Pulau Komodo.
Sebelumnya, satwa langka ini diberitakan populasinya maupun rantai makanan terus menurun. Tak mengherankan waktu itu Gubernur Laiskodat berniat akan menutup kawasan TN Komodo selama setahun dari kepentingan pariwisata jika memang terjadi penurunan populasi komodo. “Kita harus menjaga rantai makan komodo yang bisa saja terganggu akibat ulah wisatawan,” sebut Laiskodat. Tak hanya itu, Gubernur Laiskodat juga mengatakan akan membenahi sejumlah fasilitas sehingga populasi hewan komodo itu tetap meningkat dari tahun ke tahun.
Namun, Yunias Jekson Benu, staf teknis analisis populasi khusus hewan Komodo, kemarin, mengatakan hasil monitoring pihak BTN Komodo pada 2017 bahwa jumlah populasi komodo sebanyak 2.762 ekor terbagi dalam lima pulau, baik pulau besar maupun pulau kecil. Pada 2018, total komodo bertambah menjadi 2.897 ekor, bahkan bisa bertambah karena pada awal Maret dan April nanti terjadi proses penetasan telur komodo.
Sementara itu, populasi hewan lainnya yang menjadi makanan alami komodo, seperti rusa terdapat 3.900 ekor dan kerbau liar sekitar 200 ekor. Ada juga babi, tetapi tidak dimasukkan ke makanan alami komodo karena babi merupakan pesaing berat komodo dalam mencari manggsa. “Hewan babi di sini juga pemakan daging atau karnivor,” terang Yunias.
Yang juga menggembirakan rantai makan untuk komodo terjamin karena ekosistem di Pulau Komodo mampu menjaga keseimbangannya. Konservasi alam komodo, menurut Yunias, tidak bisa dikurangi maupun ditambah.
Alasanya, setiap hewan lain yang masuk ke ekosistem komodo di Pulau Komodo belum tentu steril atau memiliki kekebalan tubuh secara alami layaknya hewan yang sudah hidup liar di kawasan Pulau Komodo.
Kemampuan hewan purba ini (Varanus komodoensis) untuk bertahan hidup, salah satunya disebabkan ketahanan tubuhnya yang prima. Kadal raksasa ini mampu bertahan meski tidak makan selama dua bulan lebih jika sebelumnya sudah memangsa hewan seperti rusa atau kerbau sebanyak 30 kilogram.
Komodo yang mudah dijumpai Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di NTT ini biasanya memakan secara utuh mangsanya. Namun, pola makannya tidak memangsa hewan setiap hari. Komodo jika sudah kenyang akan tidur dan berjalan sedikit sekadar memanaskan suhu tubuhnya.
Tak mengherankan keunikan yang pada komodo membuat penasaran wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Terbukti dari tahun ke tahun angka kunjungan wisatawan terus meningkat. “Di TN Komodo pada 2018 total kunjungan mencapai 159.217 yang sebelumnya 2017 hanya 125.069 pengunjung.” (John Lewar/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved