Permohonan KIA Membeludak

(DW/JI/N-1)
31/1/2019 23:00
 Permohonan KIA Membeludak
(MI/NURUL HIDAYAH )

PERMOHONAN pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) membludak di Kota Palembang. Hal itu dipicu rencana pusat yang hendak mengganti nomor induk siswa nasional (NISN) menjadi nomor induk kependudukan (NIK).

Sampai kemarin Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang menyatakan sudah ada 47 ribu warga yang mendaftarkan anaknya untuk mendapatkan KIA. Dari jumlah tersebut, KIA yang baru tercetak sebanyak 24.500 kartu.

Menurut Kepala Dinas Dukcapil Kota Palembang Edwin Effendi permintaan pembuatan KIA di setiap kecamatan terus meningkat. Dari sebelumnya hanya seribu kartu per hari meningkat menjadi 4 ribu per hari.

Peningkatan jumlah permintaan KIA tersebut diakui Edwin sudah melebihi batas dari SDM yang dimiliki Dinas Dukcapil. Untuk mengantisipasi membeludaknya permintaan, Pemerintah Kota Palembang membentuk satuan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di kecamatan.
Selama ini, pembuatan KIA dimulai dari pendaftaran di kantor kecamatan dan pencetakan di Kantor Disdukcapil. “Ini nantinya akan kami pangkas dengan membentuk UPTD,” katanya.

Jumlah UPTD yang bakal dibentuk ada 9 unit. Satu unit UPTD akan melayani dua kecamatan. Bahkan, nantinya proses pendaftaran dan pencetakan bisa dilakukan UPTD dan tidak perlu lagi mencetak di Kantor Disdukcapil.

Sementara itu, hingga akhir Januari kemarin masih ada 106.503 warga di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang belum merekam KTP-E. Dinas Dukcapil Brebes menyebutkan warga yang sudah melakukan perekaman KTP-E sebanyak 1.278.136 orang. Untuk mengejar target, petugas melakukan jemput bola dengan mendatangi desa-desa untuk perekaman.

“Yang belum sampai 31 Januari ini ada 106.503 warga, 60.106 laki-laki dan 46.497 perempuan,” terang Kasi Pindah Datang Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Brebes, Eko Setiawan, Kamis (31/1).(DW/JI/N-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya