Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat menolak menjawab permintaan seorang aparatur sipil negara (ASN) lantaran tidak disampaikan dalam Bahasa Inggris.
"You have to speak in English, If not, I don't answer you (Jika kamu tidak berbicara dalam bahasa Inggris, saya tidak mau menjawab)," kata Laiskodat sambil meninggalkan ASN tersebut.
Laiskodat kemudian melayani wawancara bersama wartawan dalam Bahasa Inggris. Peristiwa itu terjadi di lantai 2 Kantor Gubernur NTT, Rabu (30/1) siang.
Sejak Selasa (29/1), Viktor mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 56 Tahun 2019 tentang Hari Berbahasa Inggris setiap Rabu. Aturan itu mewajibkan seluruh ASN, karyawan swasta, dan seluruh komponen masyarakat, termasuk wartawan, wajib berbahasa Inggris pada hari tersebut, termasuk saat bertemua Gubernur dan Wakil Gubernur.
Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris menyambut NTT sebagai salah satu daerah tujuan wisata.
Aturan itu langsung diikuti seluruh ASN di Kantor Gubernur dan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, seperti terlihat di Biro Humas. Sebanyak 35 pegawai saling menyapa dan menyampaikan salam dalam Bahasa Inggris sejak tiba di kantor pukul 07.00 Wita. Pemandangan yang tidak pernah terlihat sebelumnya.
Baca juga: Menggiatkan Literasi Anak-Anak di Pesisir Cirebon
"Good morning," ujar Kepala Bidang Dokumentasi, Biro Humas Setda NTT, Elisabeth Lenggu, yang memimpin apel pagi. Elisabet kemudian memberikan penjelasan kepada pegawai mengenai wajib berbahasa Inggris setiap Rabu tersebut.
Kepala Biro Humas Semuel Pakareng menyebutkan seluruh pegawainya wajib berkomunikasi dalam bahasa Inggris apalagi mereka adalah corong pemerintah Provinsi NTT.
Semual menyebutkan di hari perdana English Day, ada 15 pegawai fasih berbahasa Inggris, dan sisanya berbicara pasif dan tidak banyak berbicara selama jam kantor. Namun, kondisi seperti itu bisa diterima karena sebagian ASN baru belajar Bahasa Inggris.
"Mereka paham tetapi belum berkomunikasi dengan baik, juga harus menambah kosa kata," ujarnya.
Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, Biro Humas akan mengeluarkan anggaran untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris pegawai tersebut. Dia yakin dalam tempo antara enam bulan sampai satu tahun, seluruh ASN sudah dapat berkomunikasi lancar dalam Bahasa Inggris.
Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, pun memberikan tips kepada ASN agar menguasai Bahasa Inggris dalam waktu tidak terlalu lama, yakni setiap hari menghafal antara 10-20 kata Bahasa Inggris.
"Mereka harus hafal kata sampai bisa, sehingga bisa berperan menghadapi wisatawan mancanegara yang datang ke NTT," kata Josef yang menguasai lima bahasa asing tersebut yakni Inggris, Mandarin, Spanyol, Belanda, dan Latin. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved