Longsor kembali Memakan Korban Jiwa

Arnoldus dhae
30/1/2019 00:45
   Longsor kembali Memakan Korban Jiwa
(ANTARA FOTO/Made)

PERISTIWA longsor kembali menelan korban jiwa. Hujan deras melanda Bali sejak tengah malam hingga dini hari, menyebabkan longsor di Banjar Sangker, Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali. Tebing berbentuk terasering setinggi sekitar 6 meter longsor dan menghantam tembok kamar milik keluarga Ketut Budikaca. Satu keluarga tewas tertimbun tanah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Ida Bagus Suadnyana, mengatakan korban tewas ialah Ketut Budikaca, 33, Luh Sentiani, 27, Putu Rikasih, 9, dan Kadek Dodi Sutama, 5.

Satu keluarga ini tewas seketika ketika rumah mereka yang berada di pinggir tebing longsor. Satu keluarga ini diduga belum bangun dari tidurnya karena terjadi hujan deras mulai tengah malam hingga dini hari menjelang pagi. Menurut Suadnyana, informasi longsor baru diterima BPBD Buleleng sekitar pukul 07.00 Wita sehingga mobilitas petugas dan peralatan baru diberangkatkan sekitar pukul 07.15 Wita setelah informasi itu diterima.

Longsor juga mengancam ratusan jiwa di delapan kampung Desa Neglasari, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Berdasarkan laporan BPBD Sukabumi, wilayah tersebut beberapa hari lalu diterjang bencana dan mengakibatkan sejumlah bangunan rumah warga rusak. Lahan persawahan terendam banjir. Jumlah warga yang terdampak longsor dan banjir mencapai 124 kepala keluarga atau 436 jiwa ditambah dua masjid, satu madrasah, dan satu posyandu.

Selain longsor, bencana banjir belum juga surut di beberapa wilayah. Seperti di Pati, Kudus, Pekalongan dan Batang, warga masih bertahan di pengungsian.

Kota Pekalongan terdampak banjir cukup parah, ribuan pengungsi masih belum kembali ke rumah. Bantuan logistik berupa nasi bungkus terus didistribusikan ke lokasi pengungsian dan perkampungan.

Kepala Program Disaster Emergency and Response-Aksi Cepat Tanggap (DER-ACT) Jawa Tengah, Giyanto, mengatakan selain makanan siap saji, juga obat-obatan telah dikirimkan ke pengungsian. “Saat ini pengungsi mulai terserang penyakit,” terangnya.

Masih terkait dengan bencana, BPBD Cilacap mengingatkan masyarakat di Cilacap bagian barat untuk waspada longsor dan tanah bergerak. Pada pekan terakhir Januari diperkirakan curah hujan tinggi.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Ratusan rumah warga di empat desa dan tiga kelurahan di Kota Sampang.

Cuaca buruk
Selain banjir dan longsor, cuaca buruk juga melanda sejumlah wilayah.  Di Batam, akibat musim angin utara banyak nelayan di pesisir tidak dapat melaut karena gelombang laut tinggi. “Ombak mencapai 1,5 meter beberapa hari ini. Untuk sementara kami tidak melaut,” kata Syaifuddin, nelayan di Tanjung Uncang, Kecamatan Tanjung Uncang, Batam.  

Dari Nusa Tenggara Timur, PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang menyiapkan dua kapal, yang akan mengangkut puluhan truk ekspedisi dari Pelabuhan Penyeberangan Bolok tujuan dermaga feri Pantai Baru di Pulau Rote pada Rabu (30/1). Sebelumnya, rute itu ditutup karena  cuaca buruk. (RS/LD/MG/AS/HK/PO/BB/N-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya