Kementerian PU-Pera Rehabilitasi Jaringan Irigasi Gondang dan Pri

Andhika Prasetyo
29/1/2019 09:32
Kementerian PU-Pera Rehabilitasi Jaringan Irigasi Gondang dan Pri
Pekerja menggunakan alat berat mengerjakan proyek pembangunan Bendungan Gondang di Kerjo, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (21/3).(ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan rehabilitasi jaringan irigasi pada Daerah Irigasi Gondang, Lamongan, Jawa Timur,

Rehabilitasi dilakukan dengan melakukan pengerukan lumpur dan perbaikan pada jaringan yang melayani areal sawah seluas 10.558 hektare (ha) tersebut.

Selain Gondang, rehabilitasi juga dilakukan terhadap Daerah Irigasi Prijetan yang mendapat suplai air dari Waduk Prijetan.

Jaringan irigasi itu memiliki kapasitas untuk mengairi 4.513 ha sawah.

Rehabilitasi dilakukan pada 2016 hingga 2018 dengan anggaran kontrak tahun jamak sebesar Rp122 miliar. Luas areal sawah yang dilayani 4.513 hektar.

“Banyak saluran irigasi kita yang sudah berusia tua lantaran dibangun pada masa lalu. Persoalannya, ada yang hingga kini belum pernah direhabilitasi. Saat ini tepat untuk kita lakukan perbaikan agar pelayanan irigasi tidak menurun,” ujar Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono melalui keterangan resmi, Selasa (29/1).

Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Angkat Perekonomian Cirebon

Waduk dan jaringan irigasi Prijaten merupakan warisan Belanda yang dibangun pada 1917 silam. Adapun, Waduk Gondang, kendati memiliki usia yang jauh lebih muda lantaran baru beroperasi pada 1986, juga dianggap tetap memerlukan perawatan berkala.

Rehabilitasi keduanya dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya dengan biaya sebesar Rp227 miliar untuk Godang dan Rp122 miliar untuk Prijetan.

Adapun, lingkup pekerjaan berupa perbaikan saluran irigasi primer sepanjang 5,7 kilometer (km) dan saluran sekunder sepanjang 22,8 Km.

Diharapkan, dengan performa yang lebih optimal, kedua jaringan irigasi itu mampu membantu para petani setempat melakukan aktifitas cocok tanam padi sehingga produksi yang dihasilkan menjadi lebih baik. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya