Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KENDATI baru menjabat 10 bulan sebagai Kepala Kepolisian Resor Aceh Utara, Aceh, AKBP Ian Rizkian Milyardin dikenal sebagai sosok polisi yang rendah hati, peduli pada anak, serta dekat dengan masyarakat.
Lulusan Akademi Kepolisian Angkatan 1998 ini kali kedua menjadi Kapolres. Sebelum memegang tongkat komando di Polres Aceh Utara, pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 5 Januari 1977 ini, pernah menjadi Kapolres Aceh Singkil.
Rizkian, sapaan akrab pria 42 tahun ini, tak hanya dikenal dekat dengan masyarakat. Ia juga dikenal sayang dan sangat perhatian pada anak, sehingga setiap ada kasus yang melibatkan anak-anak sigap melakukan respons cepat, memproses atau segera menangkap pelaku jika pelaku dewasa, dan langkah diskresi atau lainnya dengan tanggap dan cepat.
Menurut suami dari Sylvia Sativa ini, anak merupakan titipan Allah SWT.
"Anak adalah titipan Allah SWT yang harus kita rawat, kita didik sehingga kelak bisa berguna bagi agama dan menjadi penerus bangsa. Maka mereka harus kita lindungi, terutama anak-anak yatim. Kita harus peduli," kata Rizkian melalui keterangan tertulis yang diterima Senin (28/1).
Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Catut Nama Presiden
Ia melanjutkan, siapa pun yang memperhatikan anak-anak yatim akan bersama Nabi di surga sesuai hadis Rasullulah Nabi Muhammad SAW, 'Siapa yang mencintai anak yatim berarti mencintai-Ku dan bersamaku dalam surga'.
Terkait hal itu, langkah dan respons cepat Kapolres Aceh Utara pada kasus anak dan kepeduliannya pada anak yatim akan mendapat apresiasi dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Rencananya, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, akan memberikan penghargaan tersebut di Mapolres Aceh Utara.
Menanggapi hal ini, dengan penuh kerendahan hati, Rizkian menilai sebagai anugerah.
"Yang namanya penghargaan itu sesuatu yang 'wah' untuk saya karena tidak terpikir akan memperoleh penghargaan tersebut," cetusnya.
Menyinggung upayanya menggandeng masyarakat sangatlah penting karena akan meringankan tugas sebagai aparat keamanan. Menurut dia, dekat dengan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda akan membantu kepolisian berkiprah di masyarakat lebih baik.
"Saat terjadi sesuatu di lingkungan maka masyarakat akan tidak segan-segan lagi memberitahukan ke polisi. Baik itu kejadian tindak pidana maupun gangguan kamtibmas lainnya," ujarnya.
Dijadwalkan, pada 10 Februari 2019 Kapolres Aceh Utara ini akan berkumpul bersama 6.000 anggota masyarakat dan elemen masyarakat guna mendapat masukan sebagai bahan perbaikan kinerja untuk menjadikan Polres Aceh Utara yang terbuka dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved