Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, menyelamatkan perempuan di bawah umur (ABG) yang dipekerjakan di salah satu kafe remang-remang di daerah Air Belimbing Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas. Korban dipaksa bekerja di sana karena memiliki utang. Selama bekerja korban kerap mengalami pelecehan seksual.
“Iya memang benar, kami telah mengamankan korban dan pemilik kafe.
Kejadian ini terungkap saat si pelapor mendapat informasi kalau Bunga (nama samaran korban) yang masih di bawah umur dipekerjakan di kafe remang-remang milik MS,” kata Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Junoto, SIK, Senin (28/1).
Dari hasil penyelidikannya, ungkap Junoto, korban selama bekerja sekitar tiga bulan tidak diberi upah. Korban dituduh memiliki utang sebesar Rp3.300.000 kepada MS pemilik kafe sehingga yang bersangkutan dipaksa untuk bekerja di sana.
Awalnya, lanjut dia, korban dijanjikan akan dipekerjakan di restoran tetapi sesampai di Anambas dipekerjakan di kafe milik MS. Pemilik kafe terancam pidana 15 tahun penjara atau denda paling sedikit Rp120 juta, dan paling banyak Rp600 juta. “MS, pemilik kafe terancam pasal 2 atau pasal 6 Undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang,” tegasnya.
Komisioner Komisi Perlin-dungan Anak Indonesia (KPAI) Kepulauan Riau Ery Syahrial mengakui masih banyak kasus perdagangan anak di bawah umur yang belum terendus di Kepulauan Riau. Terungkapnya kasus ini karena kepedulian kepolisian. Dia berharap penegak hukum konsisten dan komitmen memberantas perdagangan anak yang mempekerjakan anak-anak di bawah umur.
“Datanya belum kami rekap semuanya, tetapi jumlahnya meningkat. Hal ini mungkin dilatarbelakangi masalah ekonomi sehingga korban yang masih berada di bawah umur harus bekerja,” katanya.
Data dari KPAI mencatat sejak 2011 hingga Juli 2016, telah ada 860 laporan mengenai perdagangan anak. Jumlahnya meningkat setiap tahun, penyebabnya kesulitan ekonomi. (HK/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved