Butuh Waktu 3 Tahun Benahi Bendung Bilibili

(LN/N-3)
28/1/2019 02:30
Butuh Waktu 3 Tahun Benahi Bendung Bilibili
(MI/Lina)

WAKIL Presiden HM Jusuf Kalla, Minggu (27/1), mengunjungi Bendung Bilibili dan Jembatan Je’nelata di Desa Manuju, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang hancur diterjang banjir. Wapres JK juga melihat langsung kondisi terkini bendungan dan warga yang terdampak.

Menurut Kalla, dalam rapat koordinasi penanggulangan banjir dan tanah longsor yang dihadiri para kepala daerah yang wilayahnya terdampak, program yang pertama kali dilakukan ialah membantu atau menyantuni korban yang meninggal. “Kementerian Sosial akan segera membantu santunan,” kata JK.

Fasilitas umum seperti jalan dan jembatan akan segera diperbaiki Kementerian PU-Pera bersama dengan kepala daerah (gubernur).

Menurut JK, dalam bencana kemarin itu ada dua penyebabnya. Pertama, cuaca yang tidak mungkin dikontrol. Kedua, terjadi kerusakan di hulu, di daerah aliran sungai (DAS) Bawakaraeng atau Jeneberang.

“Ini harus segera diperbaiki. Secara aturan, siapa yang melanggar, seperti taman-taman yang tidak sesuai, maka izinnya dicabut. Daerah ketinggian tidak boleh ditanami tanaman yang bisa menimbulkan longsor kayak jagung, tapi diganti tanaman keras yang membantu lingkungan,” urai JK di lobi Kantor Gubernur Sulsel.

Semua itu, jelas JK, akan dibantu Pemprov Sulsel dan BNPB. Termasuk kerusakan-kerusakan pada masyarakat, akan dibantu sesuai aturan yang ada. “Dibantu, bukan diganti semua,” tegas JK.

Soal target penyelesaian kerusakan di hulu DAS Jeneberang, JK menyebut butuh waktu 3 tahun. “Karena itu baru mau dibibitkan, baru ditanami. Tapi harus dari sekarang. Pak Gubernur dan BNPB, juga dari Kehutanan, nanti sama-sama akan memperbaki lingkungan DAS,” sebutnya.

Soal kondisi Bendungan Bili-bili, Kalla menegaskan tidak ada masalah, kecuali sedimentasi. Terjadinya sedimentasi karena kerusakan lingkungan di hulu. “Jadi ini sebab-akibat. Jadi jika air naik, meski tidak terlalu besar, langsung luber. Maka di atasnya harus diperbaiki. Kalaupun dikeruk, kalau di atasnya rusak, itu tidak akan terjadi. Intinya lingkungan haris dijaga,” lanjut JK.

Data sementara, sedikitnya 500 rumah rusak akibat bencana di 10 kabupaten/kota di Sulsel itu, yakni Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Bantaeng, Pangkep, Barru, Soppeng, dan Sidrap. (LN/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya