Warga Gotong Jenazah Melintasi Jalan yang Putus

Yohanes Manasye
25/1/2019 20:52
Warga Gotong Jenazah Melintasi Jalan yang Putus
(MI/Yohanes Manasye)

SEBUAH mobil pick up mengangkut jenazah salah seorang warga asal Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur tertahan di Nunang Desa Salama, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Kamis (24/1)..  

Seperti mobil-mobil lainnya, pick up carry itu tak bisa melintas karena ruas jalan negara di lokasi itu terputus. Luapan air sungai Wae Pesi dengan arusnya yang deras menerjang jalan negara ruas Ruteng-Reo di lokasi tersebut.

Baca juga: Jalan Negara Ruteng-Reo Putus

Badan jalan yang sisa separuh sejak dihantam banjir setahun lalu, akhirnya amblas. Ruas jalan pun putus. Akses transportasi penghubung Ruteng, ibu kota Manggarai dengan wilayah utara daerah itu pun lumpuh.

Saat jenazah tiba di lokasi, jalan darurat di sisi timur lokasi amblas belum selesai dikerjakan. Jenazah bersama keluarga sempat terhenti beberapa saat untuk menunggu. Namun, proses pengerjaan jalan darurat membutuhkan waktu yang lama sehingga pihak keluarga memutuskan untuk berganti kendaraan.

Pihak keluarga dibantu warga dan petugas pun menggotong jenazah yang hanya dibungkus dengan kasur dan kain itu. Mereka melintasi area jalan amblas sepanjang kurang lebih 100 meter lalu berganti mobil pick up yang berada di seberang jalan.

Bupati Manggarai Deno Kamelus yang memantau pengerjaan jalan darurat itu pun menghampiri jenazah dan keluarganya untuk menyampaikan ungkapan turut berdukacita. Ia kemudian meminta agar pengerjaan jalan darurat dipercepat agar bisa memudahkan mobil pengangkut pasien atau jenazah yang melintasi jalan itu.

Selang beberapa jam kemudian, sebuah mobil pick up carry dari Dampe, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur tiba di sisi utara jalan amblas tersebut. Di dalamnya terdapat seorang ibu hamil di dampingi tiga orang tenaga medis.

"Kami bawa ibu hamil yang butuh penanganan segera. Kami tak mampu tangani di Puskesmas, makanya  harus dirujuk ke RSUD Ruteng," ujar salah seorang tenaga medis yang mendampingi pasien tersebut.

Setelah menunggu alat gusur meratakan badan jalan, mobil pick up pengangkut pasien pun diperbolehkan melintas sambil didorong oleh beberapa warga. Saat melintasi jalan darurat, mobil pick up tersebut beberapa kali tertahan lantaran rodanya terbenam ke dalam lumpur.

Namun, dengan bantuan warga yang terus mendorong, akhirnya pick up itu pun berhasil sampai ke seberang. Selain seorang ibu hamil, terdapat beberapa pasien yang sempat tertahan karena mobil pengangkutnya tak bisa melintas. Salah satunya pasien demam berdarah dengue yang juga berasal dari Lamba Leda, Manggarai Timur.

Ia sempat tertahan selama hampir 5 jam bersama bis yang ditumpanginya. Setelah lama berusaha menerobos antrian panjang dari arah utara, sang sopir pun meminta agar petugas membolehkan bis tersebut melintas.

Bobot kendaraan yang berat membuatnya tak bisa melintasi badan jalan yang sangat labil. Sehingga bis tersebut ditarik menggunakan alat berat.

Baca juga: Cuaca Buruk, Satu Nelayan NTT Hilang

Selama lebih dari sepuluh jam, tak ada kendaraan roda empat yang bisa melintasi jalan tersebut. Hanya kendaraan roda dua yang diperbolehkan melintas. Itu pun diatur oleh petugas karena badan jalan yang hanya tersisa kurang dari satu meter itu masih berpotensi untuk amblas.

Warga yang melintas terpaksa berganti kendaraan atau menggunakan jasa ojek jika tak bisa menunggu hingga jalan darurat bisa digunakan. Kendaraan roda empat baru bisa melintas setelah pemadatan jalan darurat selesai dikerjakan sekitar pukul 21.30 WITA. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya