Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang mengguyur wilayah Manggarai, Nusa Tenggara Timur selama sepekan menyebabkan sungai Wae Pesi meluap. Luapan air sungai yang disertai arus deras itu menggerus badan jalan negara Ruteng-Reo yang menghubungkan Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai dengan wilayah utara di daerah itu. Akibatnya, badan jalan di Nunang, Desa Salama, Kecamatan Reo, amblas hingga ruas jalan tersebut terputus pada Kamis (24/1).
Kondisi badan jalan sudah mulai digerus banjir sejak setahun lalu. Saat itu baru menggerus separuh badan jalan. Namun, pihak Satker Pembangunan Jalan Negara (PJN) III selaku penanggungjawab jalan tersebut membiarkan kondisi itu selama setahun tanpa penanganan sama sekali. Sehingga pada musim hujan kali ini, aliran air sungai kembali menghantam pada titik yang sama hingga menyebabkan kerusakan yang lebih parah.
Baca juga: Tanggap Darurat Bencana Sulsel Sampai 29 Januari
Pascakejadian, tak terlihat pihak Satker PJN III di lokasi bencana. Kepala Satker PJN III Ori Patote mengaku tak berada di Manggarai. Ia pun tak menugaskan stafnya untuk turun langsung ke lokasi tersebut.
Namun, pihak pemerintah Kabupaten Manggarai bersama aparat TNI dan polisi serta warga setempat melakukan penanganan darurat dengan membuka jalan baru di samping lokasi amblas mulai Kamis pagi. Kondisi tanah yang sangat labil menyebabkan pengerjaan jalan yang berlangsung sejak pagi itu baru diselesaikan tengah malam.
Pengerjaan jalan itu dipantau langsung oleh Bupati Manggarai Deno Kamelus dan Dandim 1612 Manggarai Letkol Rudi Markiano Simangungsong. Keduanya bahkan memantau pekerjaan hingga jalan darurat tersebut betul-betul bisa dilalui kendaraan sekitar pukul 21.30 WITA.
Selama ruas jalan tersebut tak bisa dilalui mobil, penumpang dan barang yang harus melintas terpaksa berganti kendaraan atau menggunakan jasa ojek. Sisa badan dan bahu jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Itu pun hanya bisa dilalui saat-saat tertentu karena demi alasan keamanan, ditutup oleh polisi.
Bupati Manggarai Deno Kamelus mengatakan, putusnya akses tersebut sangat dirasakan kerugiannya bagi kedua wilayah yang hanya dihubungkan dengan jalan tersebut. Apalagi, Reo merupakan daerah yang sangat penting bagi perekonomian Kabupaten Manggarai.
Reo merupakan kota pelabuhan. Mayoritas kebutuhan non lokal bagi masyarakat Manggarai hanya diperoleh melalui pelabuhan Kedindi Reo. Reo juga merupakan tempat Depo Pertamina yang melayani semua SPBU di wilayah Flores bagian barat yang meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Kabupaten Ngada. Melalui satu-satunya jalan itulah, Depo Pertamina Reo mengirimkan 400 ton BBM perhari ke SPBU-SPBU di empat kabupaten itu.
"Kami datang (langsung ke lokasi bencana) untuk bisa memastikan bahwa hari ini kondisi jalan yang terputus ini sudah bisa dilalui kendaraan. Apalagi Reo ini kota pelabuhan. Suplai sembilan bahan pokok itu dari sini. Reo juga tempat Depo Pertamina untuk suplai BBM ke empat kabupaten yakni Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat," ujar Deno, Jumat (25/1).
Baca juga: Polda Sumsel Gagalkan Peredaran Narkoba Domino Asal Eropa
Tampak mobil-mobil tangki yang hendak mengantar dan mengambil BBM terpaksa diparkir pada dua sisi jalan yang terputus. Untuk mengatasi kebutuhan BBM di wilayah Flores Barat, Depo Pertamina Reo terpaksa mendatangkan BBM dari Depo Pertamina Ende. Namun Depo Pertamina Ende hanya bisa melayani kebutuhan premium, solar, dan minyak tanah.
"Jangan khawatir. Suplai BBM kita datangkan dari Pertamina Ende. Tapi kalau besok jalan sudah bisa dilalui, suplai BBM kembali kita kirim dari Reo," ujar Operation Head Depo Pertamina Reo Jhodi Irawan. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved