Kontes Durian dan Buah Lokal akan Dijadikan Kontes Internasional

Denny S
25/1/2019 13:00
Kontes Durian dan Buah Lokal akan Dijadikan Kontes Internasional
Pemprov Kalimantan Selatan menggelar kontes durian dan buah lokal tingkat provinsi.(MI/Denny Susanto)

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menggelar kontes buah durian dan buah-buahan lokal dari 13 kabupaten/kota di wilayah tersebut. 

Kontes buah eksotik yang sebagian besar berasal dari kawasan hutan Pegunungan Meratus ini akan dijadikan kontes buah internasional.

"Buah-buah lokal baik yang dibudidayakan masyarakat maupun berasal dari hutan Meratus sangat beragam. Untuk buah durian saja ada puluhan jenis. Kita ingin menjadikan kontes buah durian dan buah lokal ini menjadi kontes internasional," tutur Syamsir Rahman, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel, saat pembukaan Kontes Durian dan Buah-buahan Lokal Kalsel yang digelar di kawasan wisata Kiram Park, Kabupaten Banjar, Kamis (24/1).

Kegiatan kontes buah ini diikuti 13 kabupaten/kota khususnya daerah yang memiliki buah-buahan khas tersendiri. Kontes ini dikatakan Syamsir merupakan puncak dari kontes serupa di tingkat kabupaten. Selain kontes buah, panitia acara menyediakan 10.000 buah durian untuk disantap masyarakat yang hadir pada acara tersebut.

Pantauan Media, tidak sampai dalam hitungan jam, sekitar 10.000 biji buah durian yang disediakan panitia kontes durian ludes diserbu warga. Ratusan warga datang dari berbagai kabupaten/kota untuk menyaksikan acara kontes buah dan makan buah durian gratis ini. 

"Kita senang meski lokasi kegiatan ini cukup jauh namun antusias warga sangat tinggi," ujarnya.

 

Baca juga: Kulon Progo Kembangkan Kawasan Durian di Samigaluh

 

Kontes ini diikuti 113 peserta dari 13 kabupaten/kota yang menampilkan buah durian juara pada kontes tingkat daerah masing-masing. Selain itu juga di pamerkan buah-buahan lokal yang sebagain besar berasal dari kawasan hutan Pegunungan Meratus seperti  Limpasu, Gitaan, Bundar, Jentik-jentik, dan sebagainya. Untuk durian juga ada banyak jenisnya seperti pempaken, montoa, Laung dan lain-lain.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, saat membuka kontes durian menyatakan dukungannya jika even ini digelar dalam skala lebih besar bahkan internasional. Melalui kontes ini Kalsel ingin menunjukkan kepada dunia bahwa hutan Kalimantan sangat kaya.

Namun Sahbirin mengingatkan berlimpah nya hasil buah-buahan lokal atau buah hutan ini sangat dipengaruhi kondisi hutan itu sendiri.

"Buah dan hasil hutan non kayu merupakan potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Namun ada tanggung jawab kita untuk melestarikan hutan. Hutan yang rusak akan berpengaruh pada hasil hutan itu sendiri," tegasnya.

Ini ditunjukkan dengan semakin langkanya berbagai jenis buah-buahan lokal di Kalsel atau di Kalimantan. Karena itu Pemprov Kalsel bertekad menjadikan hutan Kalsel sebagai paru-paru dunia melalui program revolusi hijau.

Juara Kontes Durian hasil penilaian juri kontes tingkat provinsi ini,  durian varietas lokal si Tapai dan Pengantin Idaman yang sama-sama dari Kota Banjarbaru, ditetapkan sebagai juara I dan II. 

Sementara juara III diraih Durian 'Ulang-ulang' dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Juri dari Kementerian Pertanian juga menetapkan buah terlangka di Kalsel adalah Traku dari Kabupaten Balangan dan Kapul Burung dari Tabalong. 

Sementara predikat buah terenak diberikan kepada Mundar dari Kabupaten Banjar. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya