Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Cilacap, Jawa Tengah, dikenal sebagai ‘supermarket’nya bencana. Hampir seluruh bencana pernah dan berpotensi terjadi lagi di daerah itu, seperti tsunami, gempa, banjir, tanah longsor, tanah bergerak, angin kencang, dan gelombang pasang. Hanya erupsi gunung yang tidak mungkin terjadi karena di Cilacap memang tidak ada gunung berapi.
“Sebagai kota yang paling rawan potensi bencananya di Jateng, Cilacap terus berbenah untuk melakukan upaya antisipasi dan mitigasi. Cilacap terus mempersiapkan masyarakatnya untuk tangguh dalam menghadapi bencana. Selain itu, Cilacap mempersiapkan berbagai peralatan peringatan dini ataupun lokasi-lokasi evakuasi,” ujar Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhy, Kamis (24/1)
Berbagai upaya tersebut membuat Cilacap dipilih United Nations Office fot Disaster Risk Reduction (UNISDR) menjadi wakil Indonesia sebagai kota tangguh bencana dalam acara Global Final Wrap-up Workshop on Making City Risilence di Incheon, Korea Selatan, pada Maret mendatang.
Tri mengungkapkan sebelumnya, UNISDR bersama BNPB menyelenggarakan workshop tentang apa dan bagaimana mempersiapkan masyarakat serta berbagai upaya dalam mitigasi bencana di Cilacap. Dari sini, Cilacap dinilai sebagai kota tangguh bencana dan pantas mewakili RI ke Korsel.
“Di Korsel, kita kembali akan memaparkan bagaimana Cilacap menghadapi bencana. Kami telah memiliki pengalaman,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemprov Riau menyatakan kesiapan menghadapi ancaman bencana tahunan kebakaran hutan dan lahan (kahutla) serta banjir tahun ini. Kepala BPBD Riau Edwar Sanger menegaskan dalam tiga tahun belakangan ini Riau bebas dari karhutla. Hal itu berkat koordinasi yang terjalin semakin baik antarinstansi terkait.
“Alhamdulillah koordinasi semakin baik antarinstansi terkait dengan BPBD kabupaten dan kota. Insya Allah semua bisa berjalan dengan baik,” ungkap Edwar.
Bencana hidrometeorologi
Puncak musim hujan diprediksi awal Februari mendatang. Masyarakat diminta mewaspadainya, khususnya bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor, angin kencang, dan banjir. Saat ini pun di beberapa daerah sudah terjadi bencana itu.
Kepala Pelaksana BPBD DI Yogyakarta Biwara Yuswantana mengatakan untuk mengantisipasi bencana tanah longsor, kapasitas masyarakat lokal yang tinggal di lokasi rawan bencana menjadi kunci minimalisasi dampak. “Mereka harus paham tanda-tanda itu, misalnya arus air dari bukit mulai keruh atau membawa material tanah, tanah mulai bergerak, pohon miring, dan sebagainya. Mereka harus bisa memutuskan evaluasi mandiri.”
Pemkab Sukabumi, Jawa Barat, pun menginstruksikan seluruh kecamatan dan desa meningkatkan kesiapsiagaan bencana. “Kami sudah menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan longsor sejak November 2018. Ini upaya menghadapi berbagai potensi bencana saat kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang,” tegas Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, Kamis (24/1).
Sementara itu, ribuan nelayan di pantura Jateng berhenti melaut. Pelayaran penyeberangan pun bisa dihentikan menyusul peringatan gelombang tinggi 1,25 -4 meter di Laut Jawa pada 24-27 Januari 2019 dari Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Tanjung Mas, Semarang.
Di Bali, angin kencang merobohkan puluhan pohon di Kota Denpasar. Beruntung tidak ada korban jiwa. BPBD Kota Denpasar mengimbau warga mewaspadai cuaca ekstrem saat ini.
Cuaca buruk juga membuat PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, NTT, menutup sementara sejumlah rute pelayaran mulai kemarin. General Manager PT ASDP Indonesia Cabang Kupang Burhan Zahim mengatakan hanya dua rute pelayaran yang beroperasi pada Kamis pagi yakni Kupang-Rote (pp) dan Kalabahi-Kupang (pp).
Sebaliknya, aktivitas pelayaran di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Provinsi Babel, kembali normal setelah selasa kemarin seluruh kapal dilarang berlayar karena cuaca ekstrem. (RK/AT/BB/AS/OL/RF/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved