Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Malang, Jawa Timur, menyatakan sekitar 3 ribu orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tidak terpantau memeriksakan diri secara rutin ke puskesmas dan rumah sakit di daerah itu.
“Penderita kumulatif sekitar 4.000 sekian, tapi yang berobat rutin hanya 1.000 orang,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Malang, Asih Tri Rachmi Nuswantari, kemarin. Selama ini, lanjutnya, Dinkes terus melakukan pengobatan dan pendampingan sembari berupaya agar ODHA lainnya juga bersedia berobat secara rutin. Tujuannya agar tidak memperluas penularan penyakit mematikan tersebut. “Itu tugas kita agar bagaimana yang lain mau berobat rutin untuk mengurangi penularan,” katanya.
Asih mengungkapkan data ODHA yang berhasil dihimpun petugas itu bukan penambahan penderita. Namun, temuan baru saat mereka berobat ke puskesmas dan rumah sakit. Menurut Asih, semakin banyak temuan baru kasus HIV/AIDS dinilai menunjukkan tingginya tingkat kesadaran para penderita untuk meme-riksakan diri ke dokter.
Adapun para ODHA di Kota Malang berusia produktif rata-rata 20 sampai 45 tahun, ada pula yang berusia di bawah lima tahun. “Yang jelas penularan ke anak masih ada karena tertular oleh ibunya. Setelah minum ARV, Insya Allah tidak ada penularan,” tuturnya. Adapun ketersediaan obat ARV hingga 6 bulan ke depan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta juga terus mendorong ODHA di sana untuk melakukan pengobatan ARV secata rutin. “Dari 869 ODHA yang pernah terapi ARV di Sleman, hanya 123 saja yang rutin melakukan pengobatan,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Novita Krisnaeni di Sleman.
Menurut dia, banyak kendala yang dihadapi Dinkes Sleman untuk mendorong agar para ODHA mengonsumsi ARV. “Selama ini memang banyak ODHA yang malu membuka diri, karena mungkin banyak stigma negatif yang beredar di masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan terapi ARV secara rutin dapat menekan virus HIV dengan signifikan. Bahkan ARV diyakini mampu mencegah penularan virus ke pasangan dan anak meski diakui belum bisa mengobati HIV dengan tuntas. “Dengan menekan virus agar tidak menyebar ke orang lain tentunya bisa membuat ODHA bisa beraktivitas seperti biasa,” katanya.(BN/Ant/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved