Rela Memancing Ikan untuk Gizi Anak

(Akhmad Safuan/N-2)
21/1/2019 23:45
Rela Memancing Ikan untuk Gizi Anak
(Akhmad Safuan )

RATUSAN ibu sambil membawa alat pancing berkumpul di Sungai Gabus, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora Kota, Blora, Jawa Tengah, Minggu (20/1).

Mereka sudah memadati tepian Sungai Gabus sejak pukul 15.00 WIB, untuk keperluan memancing. Biasanya memancing ialah kegiatan yang dilakukan para lelaki. Namun, kali ini para ibu di Blora memancing ramai-ramai di tepi Sungai Gabus. Bupati Blora, Djoko Nugroho, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, Umi Kulsum, ikut hadir dalam acara memancing bersama itu. Keduanya pun antusias ikut melemparkan mata kail ke air sungai yang berwarna kecokelatan itu.

Sebelum acara memancing massal dimulai, panitia memancing mania menebarkan 500 kg ikan ke sungai, sebagai penanda dimulainya memancing gratis. Mereka ramai-ramai melemparkan kail pancing.

Meski gerimis, tidak menyurutkan semangat para ibu memancing ikan. Mereka tetap bertahan sambil menunggu kailnya bergerak karena umpannya dimakan ikan-ikan penghuni Sungai Gabus. Para ibu semakin semangat setelah tahu bahwa ikan yang disebar di sungai cukup banyak.

Ibu-ibu langsung berteriak apabila mancingnya sukses dan berhasil mendapatkan ikan, entah besar atau kecil.

“Senang rasanya bisa ikut mancing mania. Awalnya takut memasang umpan cacing pada ujung kail, tapi saat ada tarikan ikan rasanya senang dan bingung bagaimana cara menarik kailnya. Ini saya dapat ikan lele,” kata Yuli, salah satu peserta sambil menunjukkan ikan lele hasil pancingannya.

Teriakan para ibu yang mendapatkan ikan semakin menjadi karena selain hasil yang didapat cukup besar. Peserta lainnya menunjukkan ikan mujair cukup besar yang didapat saat memancing. “Baru pertama kali memancing sudah mendapatkan ikan,” ujar peserta lainnya dengan muka berseri-seri.

Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan acara ini diselenggarakan selain untuk sarana hiburan akhir pekan, juga untuk mengampanyekan gerakan Gemar Makan Ikan (Gemari) bagi masyarakat umum sehingga peserta yang menjadi target ialah para ibu rumah tangga.
“Harapannya setelah dapat ikan, bisa dibawa pulang untuk dimasak menjadi makanan bergizi dan dimakan bersama keluarga. Anak-anak akan tercukupi gizi dan mencegah stunting,” ujar Djoko Nugroho.

Ibu-ibu ialah tokoh penting dalam keluarga, lanjut Djoko, karena berperan dalam penyajian makanan dan asupan gizi bagi anak-anaknya sehingga kebiasaan memasak dan mengolah ikan menjadi menu yang lezat bisa meningkatkan selera keluarga mengonsumsi ikan. (Akhmad Safuan/N-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya