Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJADIAN luar biasa demam berdarah dengue (KLB DBD) di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat semua pihak bekerja sama. Termasuk satuan Brimob dari Kompi B Pos Labuan Bajo. Hal itu disebabkan pemerintah setempat kelimpungan mengatasi KLB DBD ini.
Kemarin, petugas medis Puskesmas Labuan Bajo meminta tolong Brimob mengevakuasi lima orang pasiennya yang positif DBD ke RSUD Pratama Komodo. Salah satu perawat di sana yang minta namanya dirahasiakan mengatakan, pihaknya sudah menelepon dinas terkait meminta mobil ambulans. Namun, berkali-kali dihubungi tidak ada respons. Padahal, mobil ambulans terlihat diparkir di rumah-rumah para sopir dan dinas.
“Inikan KLB DBD, harusnya semua petugas siap siaga meski di hari libur. Untung saat kami minta tolong ke Brimob langsung direspons,” ujar perawat tersebut.
Menurutnya, tindakan penanganan yang cepat merupakan kunci menyelamatkan nyawa pasien DBD. Sebelumnya, lima pasien DBD meninggal dunia karena lambatnya penanganan.
Terkait dengan ini, Komandan Kompi Brimob Labuan Bajo, Iptu Raimundo de Jesus, ikut turun tangan menjemput dan mengantar kelima pasien DBD ke RSUD Pratama Komodo. Raimundo didampingi empat personel anggota Brimob.
Menurut Raimundo, dirinya ditelepon perawat Puskesmas Labuan Bajo, menginformasikan ada pasien DBD yang harus dirujuk ke Rumah Sakit. “Karena satu dan lain hal, mobil ambulans tidak dapat digunakan. Kami bergerak cepat membantu untuk menyelamatkan nyawa manusia,” ujar Raimundo, kemarin.
Keterlibatan pihaknya, jelas Raimundo, semata-mata merupakan bantuan kemanusiaan. Apalagi, Manggarai Barat dalam situasi KLB DBD sehingga perlu kesiapsiagaan membantu bagi warga yang membutuhkan. “Kami menggunakan mobil Brimob untuk merujuk kelima orang pasien,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Kupang, NTT, Jefri Riwu Kore mulai cemas dengan munculnya kasus DBD di sejumlah kelurahan. Sampai kemarin, tercatat 13 pasien DBD dirawat di rumah sakit berbeda di Kota Kupang.
Untuk mencegah penyakit DBD, Jefri minta warga menggalakkan gerakan 3M (menutup, menguras, dan mengubur), juga menabur bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air dan membersihkan lingkungan secara rutin melalui kerja bakti setiap Jumat.
Kabid Penanggulangan dan Pengamatan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kupang Sri Wahyuningsih menambahkan, kelurahan yang terkenal kotor sebagai asal pasien DBD. Sebaliknya, kelurahan yang bersih tidak ada laporan kasus DBD.
Terpisah, Kadinkes Bangka Tengah (Bateng) Barun Sutrisno Siregar mengaku kasus DBD di daerahnya pada 2018 cukup menonjol. Ditemukan di dua kecamatan, yaitu Pangkalan Baru dan Sungai Selan. Sayangnya, dia enggan menyebutkan berapa kasus yang terjadi dengan alasan masih didata.
“Memang kasus DBD itu ada di dua kecamatan di daerah kita, tapi itu tidak sampai endemis,” dalihnya. (JL/PO/RF/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved