Selain Komodo, Ada Batu Stroberi di Bukit Gado

(John Lewar/N-1)
20/1/2019 22:15
Selain Komodo, Ada Batu Stroberi di Bukit Gado
(MI/JOHN LEWAR )

SUASANA alam terasa sangat bersahabat kemarin siang. Laut teduh dan langit cerah diterbangi kawanan elang yang terus berpatroli di permukaan laut.

Deru mesin perahu wisata menggerakkan baling-baling di ujung busa air laut sambil melaju. Siang itu, banyak orang mencari tempat rekreasi paling favarit selain melihat komodo. Belasan perahu wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, melaju di atas permukaan air laut membawa puluhan penumpang menuju Pulau Gado arah selatan Kota Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, bersebelahan dengan Pulau Rinca kawasan Taman Nasional Komodo.

Keindahan alam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) seperti tak ada habisnya selain adanya kadal raksasa purba yang menjadi satu satu warisan purba jutaan tahun silam. Di kawasan TNK ini ada juga kakatua jambul kuning, tikus endemik flores, rusa kerbau liar, kuda, babi hutan, dan air terjun di dalam kawasan Pulau Rinca. Danau alam di Tanjung Barat Rinca, belum lagi pasir berwarna jambon, dan indahnya terumbu karang serta ribuan spesies ikan menghiasi pesona alam bawah laut.

“Orang-orang biasanya hanya mengenal dan melihat panorama pulau padar, pasir berwarna pink, dan pantai merah setelah melihat komodo,” tutur Nasrul Djuje, kapten kapal Wisata Bahari, kepada Media Indonesia.

Nasrul menuturkan, Pulau Gado belakangan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Pulau yang memancarkan bebatuan warna-warni layaknya stroberi itu bersebelahan dengan Desa Pasir Panjang di Pulau Rinca.

Wisatawan dapat menempuh dari Labuan Bajo perjalanan dengan menggunakan perahu wisata kurang lebih 1,5 jam. Di Pulau Gado pelancong dapat bersantai di bibir pantai dan berenang melihat terumbu karang dan berbagai jenis ikan.

Seorang wisatawan domestik, Rizan Malik, bersama belasan rekannya mengungkapkan kekaguman pada indahnya alam Labuan Bajo dan TNK yang diselimuti ratusan gugusan pulau kecil. Uniknya, kata Rizal, di puncak Pulau Gado, humus tanah permukaan pulau itu tergerus oleh air hujan dan menyisakan tumpukan bebatuan beraneka corak dan warna.

Tak ketinggalan, sambung Rizal, selain keindahan alam di perbukitan itu, kelompoknya menikmati suara aneka burung berkicau. Elang beterbangan di atas pulau itu sambil berpatroli mencari mangsa berupa ikan.

Di bibir pantai ikan-ikan kecil berloncatan saat diterkam bangau putih. Para pelancong melihat banyak keindahan fauna dan alam Labuan Bajo dan tersenyum kagum. “Yang jelas abadikan foto dari berbagai gaya, Om,” sebut Mirna Ningsi, perempuan wisatawan paruh baya, sambil terus memotret. Sesekali angin meredupkan suara burung-burung di bukit Gado. Siapa sangka kelak Anda akan berpetualangan ke Labuan Bajo. (John Lewar/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya