Ganjar Tinjau Rest Area di Tol Pejagan-Malang

Supardji Rasban
17/1/2019 10:45
Ganjar Tinjau Rest Area di Tol Pejagan-Malang
(MI/Supardji Rasban)

GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau renovasi bangunan eks Pabrik Gula (PG) Banjaratma di Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Pabrik tersebut sedang disulap menjadi rest area di ruas tol Pejagan-Pemalang KM 260, Rabu (16/1) sore. Proyek pembangunan itu ditargetkan rampung sebelum Idul Fitri 2019.

Ganjar menyampaikan pembangunan salah satu rest area terbesar di Jawa Tengah itu akan memberi kesempatan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Brebes.

"Nanti akan diisi 70% UMKM dan 30% produk lainnya. Kita berharap ini betul-betul akan memberikan kesempatan agar produk-produk UMKM di Brebes ini bisa masuk. Dulu kan diprotes gara-gara tol, telur asin nggak ada yang beli lagi. Nah sekarang saatnya mereka diberi kesempatan untuk berjualan di sini," ujar Ganjar.

Ganjar bertutur bangunan cagar budaya bekas PG Banjaratma itu akan dijadikan rest area sekaligus tujuan wisata heritage (sejarah). Nilai historis dari bangunan tersebut tidak akan diubah dan akan menjadi daya tarik sebagai destinasi wisata bagi para pengunjung.

"Dilihat dari arsitekturnya, ini akan menjadi De Tjolomadoe (PG Karanganyar yang saat ini jadi rest area) yang kedua. Ini destinasi wisata yang juga dikembangkan untuk tempat pertunjukan," terangnya.

Gubernur Jawa Tengah meminta di rest area PG Banjaratma tersebut harus dijadikan untuk workshop dan berbagai kreasi seperti membuat telur asin, membatik, dan lainnya.

Agar para pengendara yang mampir di rest area tersebut tidak sekedar istirahat, namun bisa juga berwisata. Pengendara juga bisa membeli produk UMKM di rest area ini yang sudah dibuat beberapa booth atau stan produk UMKM dari Tegal dan Brebes.

"Kita harus mempromosikan tempat ini sehingga menjadi tempat unggulan yang menarik," jelasnya.

Baca juga: Bupati Manggarai Larang Investor Bangun Hotel di Sekitar Waerebo

Manager PT Pembangunan dan Perumahan (PP) dari pelaksana proyek revitalisasi PG Banjaratma, Janu Hidayatmo, menyebut pembangunan rest area itu atas usulan pemerintah daerah (Pemda) sehingga pembangunannya tidak bebarengan dengan pembangunan tol.

Rest area eks PG Banjaratma tersebut dijadikan proyek percontohan pengelolaan rest area yang dilakukan BUMN dan merupakan rest area bernuansa heritage.

Lahan pembangunannya merupakan milik perusahaan plat merah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan pengelolaannya diserahkan ke PT Pembangunan dan Perumahan.

Luas bangunan rest area ini mencapai 10,5 hektare. Bangunan pabrik gula tersebut berusia satu abad lebih, dan direnovasi dengan tidak mengubah bangunan asli. Hal itu demi menjaga keaslian bangunan cagar budaya tersebut.

"Jadi rest area ini merupakan joint venture semua BUMN. Rest area heritage yang merupakan satu-satunya di Indonesia," jelas Janu.

Janu bercerita eks PG Banjaratma itu dibangun pada awal abad 20 oleh perusahaan gula swasta asal Belanda N.V. Cultuurmaatschappij (perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam).

Menurut dia, pihaknya melakukan restorasi bangunan cagar budaya itu justru akan menjaga dan melestarikannya. Tujuannya, agar masyarakat tahu bahwa rest area tersebut dulunya yakni pabrik gula dan merupakan bangunan heritage. Pemanfaatan bangunan juga bertujuan sebagai peremajaan daripada dibiarkan dalam waktu puluhan tahun.

"Daripada didiamkan, telantar dan acak-acakan dalam waktu lama, berpuluh-puluh tahun, kami buat agar lebih menarik lagi. Sehingga warga tertarik dan ingin mampir. Akan kami pertahankan seperti bangunan aslinya," pungkas Janu. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya