Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH segera membangun dua bendungan besar di Blora untuk memasok kebutuhan air lima daerah, yakni Bendungan Randugunting di Desa Kalinanas dan Desa Gaplokan, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora seluas 205 hektare dan Bendungan Karangnongko di aliran Sungai Bengawan Solo di perbatasan Blora dan Bojonegoro.
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (17/1), kesulitan air saat musim kemarau dan ancaman banjir saat musim penghujan untuk pertanian di beberapa kecamatan di Kabupaten Blora, Pati, dan Rembang dapat teratasi dengan pembangunan Bendungan Randugunting di Desa Kalinanas dan Desa Gaplokan, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora.
Selain itu, kekurangan air untuk pertanian di Blora, Bojonegoro dan Ngawi, dalam waktu hampir bersamaan juga dibangun Bendungan Karangnongko di 15 kilometer di hilir pertemuan Sungai Bengawan Solo dengan Sungai Madiun tepatnya di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro dan di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dilaksanakan Ditjen Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, segera membangun Bendungan Randugunting seluas 205 hektare tersebut untuk .mengatasi masalah air untuk pertanian di tiga daerah itu.
Baca juga: Bupati Manggarai Larang Investor Bangun Hotel di Sekitar Waerebo
Sosialisasi dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Japah, Blora dihadiri Bupati Djoko Nugroho, jajaran Pemkab Pati dan Rembang, jajaran Forkopimda Blora, OPD terkait, Forkopimcam Japah, para Kepala Desa, perangkat dan masyarakat terdampak untuk memulai pentahapan pembangunan bendungan tersebut.
"Ada 65 bendungan yang dibangun di seluruh Indonesia yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sebagai penunjang infrastruktur pertanian, yakni Bendungan Randugunting dan Bendungan Karangnongko yang akan dibangun di Kabupaten Blora ini,� kata Kepala BBWS Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno.
Pembangunan Bendungan Randugunting, lanjut Ruhban Ruzziyatno, akan memakai lahan seluas 205 hektare di Desa Kalinanas dan Desa Gaplokan, Kecamatan Japah, Blora akan dilaksanakan oleh rekanan yakni PT. Wijaya Karya bersama dengan PT Andesmont Sakti (KSO).
"Kontraknya telah ditandatangani pada 8 November 2018 lalu dengan nilai kontrak Rp 858,7 miliar," tambahnya.
Proyek Bendungan yang didanai dari APBN Tahun Jamak 2018-2022, lanjut Ruhban Ruzziyatno, akan dikerjakan selama 1460 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender dengan luas genangannya 187,19 hektar dengan daya tampungan normal sebanyak 10,40 juta meter kubik air, nantinya selain untuk irigasi, juga untuk penyedia air baku yang bisa dimanfaatkan untuk PDAM berkapasitas 100 liter per detik.
Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan sangat menyambut gembira pembangunan bendungan ini, karena tahun ini terdapat dua proyek raksasa yang akan dibangun di daerah ini yakni Bendungan Randugunting dan Bendungan Karangnongko di Kecamatan Kradenan untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertanian di beberapa kecamatan di Blora, Ngawi dan Bojonegoro.
"Tidak hanya untuk pertanian dan air baku PDAM, bendungan ini juga nantinya akan kita kembangkan untuk wisata," kata Djoko Nugroho.
Selain bendungan Randugunting seperti diterangkan tersebut, lanjut Djoko Nugroho, Bendungan Karangnongko nantinya juga akan meningkatkan daerah aliran untuk irigasi di tiga daerah dari 160% menjadi 250%.
Bendungan Karangnonggo ini, ujar Djoko, akan mampu mengaliri lahan seluas 6.950 hekyare dengan rincian luas jaringan irigasi kanan seluas 5.203 Hektare dan jaringan irigasi kiri seluas 1.747 hektare di Blora, Bojonegoro dan Ngawi.
"Inilah Indonesia," lanjut Djoko Nugroho, "Meskipun pembangunan bendungsn berada di Blora namun mampu memenuhi kebutuhan air dan menanggulangi bencana untuk daerah sekitarnya seperti Pati, Rembang, Ngawi dan Bojonegoro. “Kita buang ego sektoral daerah dan kita bangun untuk kebersamaan,".
Lebih jauh Bupati Blora meminta agar pembangunan proyek bendungan yang dikerjakan secara multiyears hingga 2022 tersebut dalam pengerjaannya mempekerjskan warga sekitar, hal itu langsung disetujui oleh Kepala BBWS Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno yang juga menambahkan bahwa proses pembebasan lahan akdn di.mulai Maret 2019 mendatang. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved