Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LONGSOR di sekitar kawasan lokasi proyek pembangunan jalur ganda (double track) kereta api Sukabumi-Bogor di Kampung Astana Gunung, Kelurahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kamis (10/1) sekitar pukul 16.00 WIB, menimbulkan korban jiwa.
Korbannya seorang anak kecil diketahui bernama Muhammad Rifki, 10, warga Kampung Pakemitan RT 01/04 Kelurahan Cicurug, yang saat terjadi longsor sedang bermain bersama teman-temannya.
Berdasarkan informasi, Muhammad Rifki bersama lima orang temannya sedang bermain di sekitar lokasi proyek karena sedang tak ada aktivitas pekerjaan.
Di sekitar lokasi terdapat dinding dengan tingkat kemiringan yang tegak lurus. Namun, dinding tersebut tiba-tiba longsor. Rifki bersama tiga temannya diketahui bernama Muhammad Rizki, 10, Muhammad Nurahman, dan Muhammad Zikri, 8, tak bisa menghindar saat material tanah longsor menimbun mereka. Sedangkan dua rekannya yang belum diketahui namanya berhasil menyelamatkan diri.
"Saat itu kondisi cuaca cerah berawan. Tidak sedang turun hujan," kata Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Sukabumi, Iwan Rachmawandi, kepada wartawan, Kamis (10/1).
Baca juga : Penambang Ilegal masih Beroperasi
Saat tertimbun Rifki berada paling bawah. Warga yang mendapati kejadian itu langsung melakukan pertolongan dibantu TNI, Polri, relawan BPBD, serta elemen lainnya.
"Tiga rekan korban cepat diselamatkan karena berada di atas. Tapi mereka juga mengalami luka sehingga harus dibawa ke RS Betha Medicare Cicurug," ujarnya.
Nahas dialami Rifki. Ia berhasil dievakuasi 30 menit kemudian karena berada di posisi paling bawah.
"Saat dievakuasi sudah meninggal dunia," terang Iwan.
Iwan mengaku awalnya mendapat informasi itu dari Babinkamtibmas. Iwan mengecek kebenaran informasi itu melalui telepon ke aparatur pemerintahan Kecamatan Cicurug.
"Setelah dipastikan informasinya A1, saya bersama Relawan PB Kecamatan Cicurug, Danik Saputra, langsung melakukan assessment ke lokasi. Kami juga langsung berkoordinasi dengan pemerintahan kelurahan dan muspika," tandasnya. (OL-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved