Demam Berdarah Serang Sulut, 3 Warga Meninggal Dunia

Voucke Lontaan
10/1/2019 15:35
Demam Berdarah Serang Sulut, 3 Warga Meninggal Dunia
(Ilustrasi/ANTARA FOTO/Rahmad)

WABAH penyakit demam berdarah menyeran gwilayah Sulawesi Utara (Sulut). Terhitung 1 hingga 6 Januari 2019 tercatat di Dinas Kesehataan Provinsi Sulut, 67 kasus. Tiga warga yang mengidap penyakit berbahaya tersebut meninggal dunia.

"Pak Gubernur Olly Dondokambey, sudah membuat surat edaran ke pemerintah kota/kabupaten hingga ke kecamatan dan kelurahan isinya mengajak semua lapisan masyarakat yang ada di daerah bumi Nyiur Melambai (Sulawesi Utara) bersama-sama mencegah penyebarluasan penyakit demam berdarah," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Edwin Silangen, di Manado, Kamis (10/1). 

Menurut Edwin, berdasarkan laporan Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulut distribusi kasus demam berdarah di Provinsi Sulut 2015 - 2019 menunjukan kenaikan. 

Pada 2015, kasus demam berdarah sebanyak 1.546 kasus. Pada 2016, sebanyak 2217 kasus, 2017 sebanyak 578 kasus. Pada 2018, Sulut mengalami kenaikan sebanyak 1.713 kasus, dan 2019 sejak 1-6 Januari sebanyak 67 kasus.

Sementara kasus kematian akibat penyakit demam berdarah di Provinsi Sulut, 2015 sebanyak 21 orang meninggal, 2016 sebanyak 17 orang, 2017 sebanyak 9 orang, dan 2018 mengalami kenaikan sebanyak 24 orang meninggal. Pada 2019, sejak 1-6 Januari sebanyak 3 orang yang meninggal akibat kasus DBD.

"PemerintahProvinsi Sulawesi Utara mengingatkan kembali akan tiga langkah pencegahan (3MPlus) penyakit demam berdarah (DBD) yakni, menguras dan menutup tempatpenampungan air, memanfaatkan/mendaur ulang barang bekas," ujarnya.

 

Baca juga: Waspadai Potensi KLB Diare Pascabencana Tsunami

 

Selain itu, kata Edwin, pencegahan alternatif penyakit DBD yang disebabkan oleh nyamuk aedesaegypti yang telah dilakukan pemerintah melalukan pengasapan atau fogging di lokasi yang dinilai sarang nyamuk. Pemerintah setempat juga memeliharaikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, juga menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air.

"Kebersihan lingkungan di sekitar pemukiman warga harus diperhatikan, sebab di musim penghujan sekarang rawan penyebaran nyamuk aedes aegypti. Tentu bukan saja pemerintah, warga juga diimbau ikut berperan memeperhatikan kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal," ujarnya.

Edwin mengatakan, melalui Dinas Kesehatan, pemerintah telah menyediakan obat-obatan dalam mengatasi pasien yang terkenapenyakit demam berdarah. Tindakan ini mengantisipasi jangan sampai wabah penyakit demam berdarah yang terkena ke warga di Sulawesi Utara terus meningkat. Sekarang belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya