Listrik Sering Byar-pet, PLN Didemo Warga

Abdus Syukur
09/1/2019 16:20
Listrik Sering Byar-pet, PLN Didemo Warga
(MI/Abdus Syukur)

RATUSAN warga Kota dan Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam Aliansi Komponen Rakyat Pasuruan (AKRP) berunjuk rasa di Kantor PLN APJ (Area Pelayanan Jaringan) Pasuruan, Rabu (9/1). 

Mereka menuntut kinerja PLN APJ Pasuruan yang buruk dengan seringnya listrik mati (byar-pet) di wilayah Kota maupun Kabupaten Pasuruan.

Massa dari berbagai tempat di Kota dan Kabupaten Pasuruan tersebut, datang dengan mengendarai motor. Tidak ketinggalam sejumlah atribut yang mengecam kinerja PLN APJ Pasuruan yang buruk, dibentangkan oleh mereka.

"Kinerja PLN APJ Pasuruan ini benar-benar buruk. Mereka bekerja seenaknya sendiri dan tidak memperhatikan masyarakat yang dirugikannya. Bahkan mereka cenderung arogan, mati listrik sering kali terjadi tanpa pemberitahuan ke warga,: teriak Ayi Suhaya, korlap aksi.

Ditinjau dari dari sebanyak 28 kecamatan, byar-pet listrik bisa terjadi setiap hari dalam tempo waktu 2 tahun terakhir. Bahkan mati listrik itu justru lebih sering tanpa ada pemberitahuan sama sekali kepada warga.

"Listrik tiba-tiba mati, kalau terlalu sering justru akan merusak alat-alat rumah tangga warga. Tapi PLN tidak pernah berpikir dan bertindak seenaknya sendiri. Bahkan PLN APJ Pasuruan juga makin arogan, telat 1 hari bayar listrik, aliran listrik warga langsung diputus," kata Sulhendri Sulaiman, pengunjuk rasa yang juga Wali Kota Lira Pasuruan.

 

Baca juga:  PLN Ajak Investor Tanamkan Modal di Pulau Flores

 

Menurut para demonstran, buruknya kinerja dan sikap arogansi PLN APJ Pasuruan, juga nampak dengan pemutusan aliran listrik ke rumah-rumah warga secara sepihak.

"Pimpinan PLN APJ Pasuruan arogan, listrik byar-pet seenaknya sendiri, tapi ada warga telat membayar rekening, aliran listrik langsung diputus. Mereka arogan, memutus aliran listrik tanpa peringatan kesatu, kedua maupun ketiga. Karenanya kami menuntut pimpinan PLN APJ Pasuruan mundur dari jabatannya," tegas Rahmat Cahyono dari Ormas Laskar Merah Putih (LMP).

Setelah berorasi bergantian, perwakilan warga diajak berdialog oleh pihak PLN APJ Pasuruan. Namun dialog itu ditolak, karena Direktur PLN APJ Pasuruan hanya mewakilkannya ke humas.

Kecewa dengan sikap pimpinan PLN APJ Pasuruan, ratusan warga mengadukannya ke DPRD Kota Pasuruan dan ditemui dua anggota dewan, H Salawi dan Farid Misbah dari Komisi I.

"Dari pengaduan ini, akan segera kami tindak lanjuti. Kami akan memanggil Pimpinan PLN APJ Pasuruan, untuk meminta penjelasan dan sekaligus menyelesaikan persoalan yang disampaikan. Saat pertemuan nanti, kami juga akan mengundang perwakilan warga untuk ikut berdialog," pungkas Salawi. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya