Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH travel minibus bernopol P 1264 DE, tertabrak KA Jayabaya jurusan Jakarta-Malang di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di perlintasan Yonkav 8 di Desa/Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jatim, Rabu (9/1). Sebanyak lima penumpang mobil minibus langsung meninggal di lokasi kejadian.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, minibus yang dikemudikan Mambahul Fadik, 43, warga Kaliwates Jember, dari arah timur berbelok ke selatan dan melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu.
Minibus berpenumpang enam orang itu, saat berada di perlintasan, tiba-tiba saja mesinnya mati. Di saat bersamaan, meluncur KA Jayabaya jurusan Jakarta-Malang dengan nomor loko CC 20161306.
Seketika tabrakan tidak dapat dihindari. Loko KA Jayabaya langsung menabrak sisi kanan minibus, hingga terlempar sejauh 30 meter. Bahkan sebanyak tiga penumpang minibus, terpental dari dalam kendaraan melalui lambung kanan mobil yang terobek.
"Saya hanya mendengar suara benturan yang keras beberapa kali. Setelah saya cek, ternyata minibus dihantam kereta api yang lewat. Saat itu juga warga yang mendengar benturan dari tabrakan itu juga keluar dan warga segera melaporkan kejadian itu ke petugas," kata Irawan, warga di lokasi kejadian.
Baca juga: Kecelakaan Kereta-Minibus di Pasuruan Tewaskan 4 Warga Jember
Dari kejadian itu, sebanyak lima penumpang minibus meninggal seketika di lokasi kejadian. Kelima korban itu yakni, Mambahul Fadik, 43, warga Kaliwates Jember, Budia Yuniarso, 51, warga Patrang Jember, Mariyam, 45, warga Nongsa, Kota Batam, Sri Patuaningsih, 52, Sumbersari, Jember dan Riki Sukiandra, 47, warga Kacapiring, Jember.
Dari seluruh penumpang, hanya seorang korban yang selamat, tapi mengalami luka berat. Yakni Saranya, 20, warga Pesona Surya Milenea, Kabupaten Jember, yang mengalami luka-luka berat pada kepala serta kaki dan tanganya mengalami patah tulang.
Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Eko Iskandar menyampaikan, kecelakaan itu dikarenakan sopir hilang konsentrasi, sehingga tidak mengetahui adanya kereta api yang melintas.
"Diduga sopir hilang konsentrasi, karena sudah menempuh waktu sekitar 5 jam, mengemudikan kendaraan dari Jember hingga lokasi kejadian. Kondisi fisik tubuhnya sudah menurun dan tidak mengetahui ada kereta yang melintas," tandas AKP Eko.
Petugas kepolisian dengan dibantu warga, langsung mengevakuasi seluruh korban dari minibus, ke RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved