Tanggul Irigasi Jebol, 1.007 Ha Lahan Sawah di Cianjur Terancam Kekeringan

Benny Bastiandy
08/1/2019 14:40
Tanggul Irigasi Jebol, 1.007 Ha Lahan Sawah di Cianjur Terancam Kekeringan
(MI/John Lewar)

BANGUNAN tanggul irigasi Cikondang di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, jebol. Dampaknya, sekitar 1.007 hektare lahan sawah di Kecamatan Cibeber yang mengandalkan pasokan air dari irigasi tersebut terancam kekeringan.

Berdasarkan informasi, jebolnya tanggul irigasi terjadi pada Minggu (6/1) sekitar pukul 14.30 WIB. Jebolnya bangunan tanggul diduga karena sudah cukup tua. Sebab, saat terjadi peristiwa itu debit air dalam keadaan normal.

"Kejadiannya Minggu sekitar pukul 14.30 WIB. Saat kejadian cuacanya sedang tidak hujan. Debit airnya pun normal. Kemungkinan jebolnya tanggul karena sudah terlalu tua. Sekarang terdapat sekitar 1.007 hektare areal persawahan di Kecamatan Cibeber terancam kekeringan," terang Kepala Desa Cikondang, Yana Mulyana, kepada Media Indonesia, Selasa (8/1).

Penanganan sementara saat ini, lanjut Yana, pihak pemerintah desa empat memasang bronjong pada Senin (7/1) dengan tujuan mengarahkan aliran air. Namun upaya itu jadi sia-sia lantaran hampir semalaman turun hujan deras.

"Kemarin (Senin) dilaksanakan pemasangan brojong untuk pengarah arus. Tetapi, ternyata malam tadi terjadi hujan yang sangat lebat sehingga mengakibatkan banjir. Akhirnya bronjong tersebut terbawa arus dan banyak material hanyut ke arah hilir," terang Yana.

 

Baca juga: Penambangan Ilegal di Tasikmalaya Rusak Lingkungan, Polisi Siap Tindak Tegas

 

Melihat kondisi sekarang, lanjut Yana, pemerintah desa dan kecamatan sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi. Namun sekarang sedang diupayakan maksimal membuka aliran air ke areal persawahan warga melalui saluran ke Kampung Pasir Tuan.

"Tapi kami khawatirkan bantaran sungai di Pasir Tuan yang sangat kecil itu tak akan mampu menahan debit air yang begitu besar," tuturnya.

Saat ini pemerintah desa dan kecamatan setempat sedang menunggu langkah dari Pemkab Cianjur, Pemprov Jabar, maupun pemerintah pusat untuk membantu penanganan jebolnya tanggul irigasi tersebut. Yana mengaku untuk memperbaiki tanggul irigasi itu membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

"Kami berharap agar pemerintah melalui pihak-pihak terkait segera datang untuk melihatnya. Ini di luar kuasa kami sebagai kepala desa termasuk Pak Camat juga yang tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Bahkan PSDA kabupaten juga sudah mengatakan ini di luar kekuasan wilayah mereka," pungkasnya.

Iyan, 55, petani setempat, mengaku khawatir lahan sawahnya tak bisa mendapatkan pasokan air pascajebolnya tanggul irigasi. Apalagi saat ini ia sedang memulai kembali masa tanam padi.

"Mudah-mudahan segera diperbaiki. Sungai Cikondang merupakan satu-satunya andalan kami untuk mengairi sawah. Kalau sekarang tanggulnya jebol, bisa-bisa sawah kami tak terairi. Takut gagal tanam nantinya," kata Iyan. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya