Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead membantah tudingan LSM lingkungan yang menyatakan realisasi restorasi gambut, khususnya di Provinsi Riau, berjalan lambat karena hanya di bawah 10% dari target 800 ribu hektare (ha).
BRG justru mengapresiasi hasil kerja tim restorasi gambut daerah (TRGD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang pada tahun pertama kerja pada 2018 telah berhasil merestorasi gambut seluas 77 ribu hektare atau mencapai 70% dari target seluas 109 ribu hektare lahan masyarakat yang menjadi domain kerja BRG.
"Saya perlu meluruskan itu tidak benar. Kalau dibilang lambat, ini baru tahun pertama (TRGD) kerja dan Pemprov Riau sebagai pelaksana dengan sistem swadaya. Tahun 2017 semua dilakukan BRG. Tahun 2018 ini SDM (Sumber Daya Manusia) sudah dibangun. Tahun 2019 nanti tahun kedua harus lebih baik, dan tahun ketiga lebih baik lagi. Tahun keempat tahun 2020 mestinya tidak harus BRG karena daerah sudah terbiasa dan semua berjalan semestinya," kata Nazir Foead kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Senin (7/1).
Nazir menjelaskan, tidak tepat kalau realisasi restorasi gambut yang baru dikerjakan di bawah 10% karena ada kerja yang sedang dilakukan perusahaan. Saat ini dari seluas 800 ribu ha lahan gambut yang direstorasi, BRG hanya fokus pada sekitar 109 ribu ha yang merupakan lahan masyarakat.
Baca juga: Kalsel Bangun PLTS Komunal di Wilayah Terpencil
Sisanya sekitar 700 ribu ha, masuk dalam konsesi perusahaan, yang tanggung jawab utama pelaksanaan ada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
"Kalau seberapa jauh pelaksanaannya, saat ini kita tunggu pelaporan, kita tunggu tim supervisi. Yang jelas perusahaan sudah membikin perencanaan dan pedoman teknis pelaksanaan berdasarkan permen (peraturan menteri KLHK). Sementara untuk pelibatan Dinas LHK yang berdasarkan Undang-undang otonomi daerah ini merupakan bagian dari kerja mereka kita tunggu permen yang sedang digodok saat ini," papar Nazir.
Adapun terkait alokasi dana restorasi gambut untuk daerah yang berkurang dari tahun 2018 sebesar Rp45 miliar menjadi Rp30 miliar pada 2019 ini, menurut Nazier alokasi dana tidak terjadi penurunan hanya porsi yang berbeda. Pasalnya, alokasi anggaran secara umum difokuskan untuk anggaran deforestasi pada setiap satker terkait lingkungan hidup dan kehutanan.
"Secara general alokasi dana tidak ada penurunan hanya porsinya saja yang berbeda. Sekarang lebih difokuskan untuk deforestasi sedangkan kita kerja di hidrologi. Untungnya kita bisa kerja sama dengan dana CSR perusahaan, dan dana filantropis internasional," papar Nazir.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Riau Ervin Rizaldi mengatakan pada 2018 BRG awalnya menganggarkan Rp49 miliar untuk restorasi gambut yang dikerjakan melalui Pemprov Riau. Namun, anggaran itu direvisi sehingga hanya dikucurkan Rp45 miliar.
Menurutnya, yang dikerjakan pihaknya antara lain pembangunan sekat kanal gambut 772, sumur bor 220 tersebar di daerah gambut, 50 ha revegetasi di Kepulauan Meranti, revitalisasi masyarakat ada 23 kelompok masyarakat (Pokmas). Jumlah tersebut diakuinya masih relatif kecil karena terdapat 800 desa berada di lahan gambut.
"Nanti 2019 jumlah 23 Pokmas itu akan kita tingkatkan agar menjangkau 800 desa di tujuh kabupaten di Riau yang berada di lahan gambut," jelasnya.
Sementara itu, Ketua TRGD Riau yang Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Hijazi mengatakan masih banyak yang dibenahi untuk efektivitas restorasi gambut ke depannya, terutama untuk koordinasi internal dan dengan pemerintah kabupaten dan kota.
"Keberhasilan TRGD ini tergantung dari fungsi stakeholder juga. Belum ada pola kerja, kalau saya tidak turun gunung kawan-kawan di instansi tidak semangat kerja," kata Ahmad Hijazi.
Dia juga membantah apabila TRGD Riau hanya diisi oleh ASN tanpa melibatkan unsur LSM lingkungan.
"Tidak benar jika teman-teman LSM tidak kita ikutkan. LSM juga masuk dan bahkan ulama juga turut membantu kita untuk memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat," tegasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved