Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN yang turun di Tangerang Selatan (Tangsel), khususnya di Gedung Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangsel, betul-betul suatu berkah. Air hujan yang menetes itu akan menjadi sumber air minum bagi pegawai di lingkungan tersebut.Dengan sistem 'panen hujan', Pemerintah Kota Tangsel menyebut diri sebagai daerah pertama yang mampu mengolah air hujan menjadi air bersih dan menerapkannya di lingkungan pegawai pemerintahan.
''Sistem pengolahan air memang namanya panen hujan. Nantinya, air hujan yang sudah disaring dapat digunakan layaknya air tanah. Bisa juga dipakai untuk air minum, tapi tetap harus dimasak dulu, ya,'' papar Sekretaris Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman Tangsel, Mukkodas Syuhada, kepada Media Indonesia, kemarin. Ia menuturkan, air hujan yang masuk, akan ditampung dalam bak penampungan yang tertanam di bawah gedung. Selanjutnya, sebelum digunakan sebagai air bersih untuk kebutuhan para pegawai pemerintahan, air terlebih dahulu melewati pompa penyaring dan naik ke setiap keran.
Teknologi itu, kata Mukkodas, baru dikembangkan oleh tim dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman (Puskim) Bandung. Sebagai langkah awal, Puskim Bandung bekerja sama dengan Pemkot Tangsel.
''Untuk di lingkungan permukiman, saya belum tahu persis apakah Puskim Bandung sudah pernah melakukan uji coba dan menerapkannya atau belum.Namun, untuk kantor pemerintah, baru kami yang akan menjalankannya.''
Dengan pengolahan bahan baku air demikian, Mukkodas memperhitungkan, jumlah volume air hujan yang ada dalam kolam penampung dapat memenuhi kebutuhan air bersih pegawai Pemerintah Kota Tangsel selama 1-2 bulan. Asumsinya, air hujan akan bertahan dan laik kembali diolah selama satu tahun apabila belum terpakai.
''Kan lumayan, jadi kebutuhan air tidak sepenuhnya mengandalkan keberadaan air tanah, apalagi saat musim hujan. Untuk jumlah besarnya volume bak penampungan, saya kurang hafal persis. Desainnya sudah diperhitungkan bersama rekan dari Puskim Bandung,'' terang Mukkodas.
Selain untuk pengolahan bahan baku air, Kepala Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman Kota Tangsel, Dendi Priyandana, menambahkan, dengan sistem panen hujan, minimal 20% debit air yang terbuang ke saluran pembuangan makin berkurang. Ia berharap teknologi demikian untuk jangka panjang dapat diterapkan di sekitar titik kawasan bisnis dan permukiman yang minim tersedia lubang resapan.
''Dampaknya memang tidak begitu besar mencegah banjir. Langkah ini hanya sebagai langkah preventif.Namun, jika sudah diterapkan di banyak titik, kan lumayan. Debit air yang lari ke sungai dan permukiman makin berkurang,'' tukasnya.
Keuntungan lain yang bakal didapat, kata dia, dapat menghemat daya listrik untuk kebutuhan pemakaian mesin air.(J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved