Lebih 30% Sampah Kalsel Tidak Tertangani

Denny S
04/1/2019 16:00
Lebih 30% Sampah Kalsel Tidak Tertangani
(MI/Denny S)

LEBIH dari 30% produksi sampah di Kalimantan Selatan belum tertangani.  Dinas Lingkungan Hidup Kalsel akan mengoperasikan TPA Regional Banjarbakula yang akan menampung sampah dari sejumlah daerah seperti Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut.

Berdasarkan data pengelolaan sampah yang sampaikan 13 kabupaten/kota di Kalsel, rata-rata penanganan sampah kurang dari 70%. Bahkan ada wilayah yang penanganan sampahnya kurang 30% yaitu Barito Kuala. Sementara pengurangan volume produksi sampah juga masih rendah kurang 20%.

Data pengelolaan sampah yang disampaikan kabupaten/kota di Kalsel untuk 2018 antara lain Kota Banjarmasin penanganannya baru 68,89% dan pengurangan sampah 19,66%. Kabupaten Tapin penanganan 69,80%, pengurangan 16,54%, Kabupaten Banjar penanganan sampah 69,67%, pengurangan 17,10%, Kabupaten Tabalong penanganannya 65%, pengurangan 5,5%. 

Sementara Kabupaten Barito Kuala penanganan sampah baru 29,84% dan pengurangannya 14,16%. 

 

Baca juga: Usai Perayaan Tahun Baru, Sampah di Denpasar Meningkat 30 Persen

 

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Kemitraan, Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Benny Rahmadi, Jumat (4/1) mengakui perosentase penanganan sampah di Kalsel belum menggembirakan. 

"Lebih 30% produksi sampah belum mampu tertangani. Kondisi serupa juga terjadi secara nasional. Artinya timbunan sampah ini akan menjadi masalah serius dihadapi," ungkapnya.

Sampah-sampah kategori tertangani pun sebenarnya belum terkelola dengan baik, dipilah dan sebagainya karena sebagian besar langsung dibuang ke TPA. 

Apalagi sampah yang tidak tertangani umumnya menumpuk dibuang ke sembarang tempat, ke sungai dan lainnya. Sungai menjadi tempat pembuangan sampah raksasa yang menyebabkan banyak sungai di Kalsel mendangkal.

Volume sampah yang diproduksi Kalsel perharinya mencapai 2.100 ton atau 766 ribu ton setahun. Dari jumlah itu 14%-nya adalah sampah plastik yang diperkirakan sebesar 295,6 ton perhari atau 107 ribu ton setahun. Jumlah sampah ini dipastikan akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk.

Terkait penanganan sampah ini Kalsel telah membangun TPA regional untuk menjangkau lima wilayah yang disebut Banjarbakula meliputi Kota Banjarmasin dan Banjarbaru juga Kabupaten Barito Kuala, Banjar serta Tanah Laut. TPA Regional Banjarbakula akan segera dioperasikan pada awal 2019 ini.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor telah mengeluarkan Pergub nomor 30/2018 tentang Kebijakan dan Strategi Kalsel dalam Pengolaan Sampah Rumah Tangga. Kalsel juga sudah punya Perda no 8/2018 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah.

Direktur Bank Sampah Banjarmasin, Faturahman mengatakan di Kota Banjarmasin saat ini sudah terbangun 235 unit Bank Sampah, sedangkan total bank sampah di Kalsel mencapai 400 unit lebih. 

Namun diakuinya kinerja Bank Sampah ini belum maksimal. Tiap unit bank sampah baru bisa menyerap 0,5 ton sampah anorganik tiap bulannya. Sampah-sampah tersebut masih didominasi sampah kertas kardus dan kemasan botol minuman plastik.

Padahal produksi sampah Kota Banjarmasin perharinya mencapai 600 ton. Sekitar 70% produksi sampah adalah jenis sampah organik dan sekitar 15% adalah sampah plastik. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya