Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUM Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sumatra Barat berkomitmen memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras. Selain melakukan operasi pasar secara rutin, Bulog berencana 100 ton beras per hari.
Kepala Bulog Divre Sumatra Barat, Suharto Djabar, menjelaskan, pihaknya harus siap atas ketersediaan bahan pokok untuk masyarakat di tahun politik.
"Perhatian ini langsung diperintahkan Presiden untuk seluruh wilayah di Indonesia," ujarnya, Kamis (3/1).
"Hari ini kita meluncurkan ketersediaan pasokan harga beras sebanyak 100 ton. Harapan 100 ton per hari, kalau pun ada penambahan Bulog siap dengan stok 15 ribu ton," sambungnya.
Dia mengklaim, stok 15 ribu ton beras yang dimiliki Bulog Sumbar sangat cukup untuk operasi pasar yang dilaksanakan.
Baca juga :Gelombang Tinggi Mengintai Pesisir Sumbar Hingga Besok
"Kalau pun itu kekurangan beras, kita akan mendatangkan lagi 10 ribu ton dari daerah produksi di Jawa, baik dari Jawa timur dan barat. Karena perintah Pak Presiden, dilaksanakan setiap hari sampai dengan instruksi berikutnya. Belum ada instruksi berhenti kita lakukan terus sampai akhir tahun," tandasnya.
Saat ini, untuk harga beras medium, Bulog menjual senilai Rp 8.500 per kg. Sementara untuk beras premium Rp.9.600.
Dikatakan Suharto, operasi pasar itu diutamakan untuk pasar-pasar besar yang ada di Sumatra Barat seperti di Kota Padang terdapat Pasar Raya, Siteba dan Lubuk Buaya. Untuk Kota Bukittinggi di Pasar Bawah. Lalu di Kabupaten Solok di Pasar Modern.
Selain beras, operasi pasar juga dilakukan pada komiditi lain seperti gula, daging, tepung, dan minyak goreng. (OL-8).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved