Bekas Kantor BI Solo Disulap Jadi Museum

Widjajadi
03/1/2019 18:30
Bekas Kantor BI Solo Disulap Jadi Museum
(MI/Widjajadi)

BANGUNAN heritage Bank Indonesia (BI) Perwakilan Solo bakal dijadikan museum tahun 2019 ini. 

"Gedung kuno BI Solo karya arsitek orang Perancis pada 1867 ini sejak Okober 2015 sudah selesai proses konservasinya. Karena kita sudah menempati gedung baru di sebrang selatan jalan, gedung cagar budaya ini akan dimanfaatkan sebagai museum," papar Deputi Bank Indonesia Perwakilan Solo, Taufik Amrozy kepada Media Indonesia, Kamis (3/1), di sela-sela peluncuran program KPSH Bulog di Kartosuro.

Menurut dia, pihak BI sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan mendapatkan sambutan yang luar biasa. Pemanfaatan bekas gedung De Javasche Bank Agentschap Soerakarta sebagai museum dianggap akan semakin melengkapi Solo sebagai Kota Pusaka.

 

Baca juga: Berkemah di Kaki Gunung Merapi

 

Untuk memoles dan menyempurnakan interior kuno gedung heritage lantai tiga itu, BI Pusat mengeluarkan anggaran Rp9 miliar. Namun untuk mwnyempurnakan lay out sebagai galeri museum, prosesnya masih akan dilanjutkan, dan diharap dalam waktu 6 bulan bisa dituntaskan.

Sejauh ini BI bersama Pemkot belum merumuskan nama untuk museum yang akan diisi dengan koleksi uang kuno sejak zaman hindu sampai sekarang. Museum tersebut juga akan memamerkan diorama yang menghambarkan awal kehidupan orang bertransaksi menggunakan uang.

Nantinya, lanjut Taufik, masyarakat bukan hanya mendapatkan gambaran tentang perjalanan mata uang, melainkan juga bisa mempelajari arsitektur gedung peninggala De Javasche Bank yang berusia lebih dari satu abad itu. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya