Bulog Malang Optimistis Genjot Pengadaan Beras 2019

Bagus Suryo
03/1/2019 14:40
Bulog Malang Optimistis Genjot Pengadaan Beras 2019
(MI/Bagus Suryo)

PERUM Bulog Subdivisi Regional Malang, Jawa Timur, menyatakan akan menggenjot pengadaan beras di awal musim panen tahun ini. 

Hal itu dilakukan agar lebih banyak beras hasil panen petani yang bisa diserap. Sebab, hingga tutup tahun 2018, Bulog setempat tidak mencapai target pengadaan.

"Pengadaan hanya mencapai 42% dari target 18 ribu ton untuk Subdivre Malang," tegas Kepala Bulog Malang, Fachria Latuconsina, kepada wartawan di Gudang Bulog Gadang, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (3/1).

Pihaknya tidak mampu mencapai target pengadaan dalam setahun lalu yang dipatok 42.900 ton lantaran ada perlambatan di akhir tahun 2018.

"Hambatannya memang melihat kondisi di lapangan. Kami sudah berupaya, tapi saat melakukan pengadaan di akhir Oktober mulai menurun. Itu akhirnya tidak terserap sampai Desember 2018," ungkapnya.

Sementara untuk target pengadaan beras selama 2019, ia mengaku belum mendapatkan informasi dari Bulog pusat. Apalagi selama Januari ini masih memasuki musim tanam, baru ada panen kemungkinan di bulan Maret mendatang.

"2019 belum ada target, mungkin beberapa bulan kedepan (angka targetnya keluar)," ujarnya.

 

Baca juga: Hadapi Paceklik, Beras Bulog Divre Yogyakarta Luncurkan KPSH

 

Kendati tidak mampu mencapai target pengadaan selama 2018, namun stok beras saat ini di gudang mencapai 26 ribu ton. 

Cadangan beras pemerintah sebanyak itu mencukupi kebutuhan di wilayah kerja Bulog Malang meliputi Kabupaten/Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten/Kota Pasuruan selama 6 bulan kedepan. 

Bahkan stok beras yang ada digunakan untuk stabilisasi harga melalui operasi pasar sebanyak 15 ribu ton per hari merambah semua kelurahan dan pasar tradisional di Kota Malang. 

Selain itu, harga beras medium yang dipatok di gudang Bulog Rp8.100 per kg, beras dalam kemasan Rp8.550 per kg, dan beras premium Rp10.200 sampai Rp10.500 juga dijual di outlet Rumah Pangan Kita (RPK).

"Kami memiliki 460 RPK tersebar di desa dan kelurahan," tuturnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya